Properti

Kondisi Politik Berimbas pada Pasar Properti

Rabu, 20 September 2017 08:10 WIB Penulis: Ghani Nurcahyadi

Ist

PENGEMBANG Apartemen Green Pramuka menilai stabilnya Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla berimbas positif pada membaiknya daya beli masyarakat, khususnya terhadap pasar properti yang sempat lesu pada 2014 dan 2015.

"Sejak 2016 akhir hingga saat ini pasar properti mulai membaik, terutama sejak ada kebijakan amnesti pajak dan penurunan suku bunga. Meskipun harus diwaspadai musim Pemilu 2019 sudah ada di depan mata," tutur Komisaris PT Duta Paramindo Sejahtera, Eddy Hartono, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (19/9).

Sebagai pengusaha properti, ia pun yakin pemerintah saat ini sangat stabil, ditandai dengan sejumlah pemangkasan izin maupun birokrasi serta konsistensi untuk pembangunan infrastruktur yang mengintegrasikan kawasan hunian dan bisnis.

"Apalagi, Bank Indonesia yang memberikan penurunan suku bunga maupun pembayaran uang muka. Hal itu membawa angin segar bagi konsumen, khususnya bagi yang hendak memiliki rumah pertama yang dekat dengan pusat kota," lanjut Eddy.

Dukungan nyata pemerintah bagi masyarakat Indonesia berpenghasilan terbatas agar memiliki hunian pertama ini menjadikan Indonesia sebagai pasar properti yang menjanjikan. Bahkan, Eddy menilai pasar properti di Indonesia menjadi yang terbaik di antara negara-negara ASEAN.

Menurut dia, kebijakan yang konsisten dari pemerintah juga mempermudah pengembang properti untuk melakukan proyeksi bisnis jangka panjang.

"Ketika pemerintah stabil, dunia bisnis juga menjadi diuntungkan karena proyeksi bisnis dapat lebih stabil. Biaya proyek lebih terukur, lapangan kerja lebih banyak. Pencari kerja lebih banyak terserap," kata mantan atlet bulu tangkis nasional itu.

Sampai saat ini, ujar Eddy, PT Duta Paramindo Sejahtera masih terus berkonsentrasi menyelesaikan seluruh tower Apartemen Green Pramuka pada lahan seluas 12,9 hektare. Ditargetkan, di kawasan ini akan dibangun 17 tower dengan total unit sekitar 17 ribu.

Melihat kondisi politik yang kondusif seperti ini, Green Pramuka City berencana meluncurkan tower berikutnya pada 2018 mendatang. Konsep dan desain akan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan mengikuti tren properti terkini.

"Hal ini tentu saja selaras dengan semangat untuk segera menyelesaikan pembangunan kawasan Green Pramuka City secepatnya," pungkasnya. (RO/OL-2)

Komentar