Nusantara

Sidang Perdana 14 Taruna Akpol Akhirnya Digelar di PN Semarang

Selasa, 19 September 2017 17:38 WIB Penulis: Akhmad Safuan

ANTARA

SETELAH dua kali gagal menggelar sidang penganiayaan seorang taruna tingkat II, akhirnya Pengadilan Negeri Semarang melaksanakan persidangan setelah 14 taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang dapat dihadirkan sebagai terdakwa.

Pemantauan Media Indonesia, Selasa (19/9), ke 14 taruna Akpol tingkat III dalam dua kali persidangan tidak hadir yakni pada persidangan Selasa (5/9) dan Selasa (12/9) untuk mendengarkan dakwaan jaksa. Terpaksa persidangan dibatalkan dan ketidakhadiran para taruna ini banyak mengundang sorotan publik dengan munculnya dugaan ada orang kuat di balik itu.

Namun pada persidangan ketiga ini, 14 terdakwa datang dengan pengawalan ketat petugas kepolisian dalam dua gelombang yakni gelombang pertama sebanysk 10 taruna yang dibawa dengan menggunakan bus. Kemudian menyusul gelombang kedua sebanyak 4 taruna yang langsung digiring ke ruang sidang Prof Oemar Seno Adji.

Dalam persidangan ketika yang merupakan perdana ini, 14 taruna terdakwa tewasnya taruna Akpol tingkat II Mohammad Adam yang merupakan warga Jl Penghulu, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta dibagi dalam tiga ruang sidang yakni 4 orang di ruang Prof Oemar Seni Adji, 9 orang di ruang sidang Prof R Soebekti dan 1 orang di ruang sidang II.

Sebagaimana diketahui setelah Brigadir Dua Taruna Akpol Mohammad Adam diketahui meninggal akibat penganiayaan yang dilakukan oleh para seniornya, setelah menjalani apel malam du kompleks Akpol Semarang pada Kamis (18/5) dini hari.

Petugas dari Polda Jateng langsung bertundak cepat menyelidiki tewasnya taruna tinggat II tersebut. Setelah mendapatkan hasil otopsi tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polri di Semarang, diketahui korban meninggal diduga karena gagal nafas akibat hantaman benda keras di bagian dada. Setelah melakukan pengusutan kepolisian menetapkan 14 taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang merupakan seniornya sebagai tersangka pelaku yakni CAS, RLW, GCM, EA, JED, MB, CAE, HA, AKU, GJN, RAP,RK, QZ dan PDS.

"Para pelaku mempunyai peran yang berbeda, ada yang memukul dan ada juga yang berjaga di ruang tempat penyiksaan," kata Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono.

Selain menetapkan 14 taruna tingkat III sebagai tersangka, demikian Condro Kirono, petugas juga menyita barang bukti seperti raket bulu tangkis, tongkat, sabuk kopel dan beberapa barang yang dipergunakakan untuk menganiaya korban.

Setelah kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan dan kemudian mulai disidangkan, ternyata 14 terdakwa dua kali absen dengan alasan saat bersamaan sedang mengikuti sidang etik di internal Akpol dan baru kali ini jaksa dapat menghadirkan para terdakwa. (OL-6)

Komentar