Polkam dan HAM

Prabowo Dihujani Kritik soal Rohingya

Selasa, 19 September 2017 07:23 WIB Penulis: Nov/MTVN/P-5

Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di Monumen Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (16/9). -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

UCAPAN Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat berorasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di depan Patung Kuda, Sabtu (16/9), mendapat kritik dari berbagai pihak. Mereka meminta Prabowo tidak menjadikan Rohingnya sebagai alat politik.

Dalam orasinya itu, Prabowo menyebut bantuan yang dikirim pemerintah Indonesia ke Rohingya tersebut hanya bentuk pencitraan. Menurutnya, sebelum memberi bantuan ke luar negeri, Indonesia harus kuat terlebih dahulu di dalam.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G Plate, menilai langkah pemerintah untuk membantu Rohingya itu bukanlah pencitraan. Justru, dia menilai Prabowo memanfaatkan krisis Rohingya sebagai alat berpolitik.

“Jangan memainkan citra politik menggunakan penderitaan Rohingya sebagai alat. Presiden sudah melaksanakan sesuai amanat, jangan menumpang penderitaan rakyat Rohingya untuk dijadikan alat politik dalam negeri,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Sekjen Garda Pemuda NasDem Haerul Amri. “Langkah pemerintah ini justru perlu kita acungkan jempol karena Indonesia menjadi negara pertama yg memberikan bantuan kemanusiaan ke Rohingnya,” ungkapnya.

Kecaman yang sama datang dari Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Achmad Baidowi. Ia menilai pernyataan Prabowo memperkeruh suasana karena tak ada hubungannya kemiskinan di Indonesia dengan bantuan pemerintah kepada pengungsi Rohingya.

“Persoalan di dalam negeri masih ada yang perlu diselesaikan, bukan berarti kita dilarang membantu saudara kita di luar negeri. Tuduhan itu keterlaluan. Saya tahu tujuannya politik, wajar, yang ngomong politisi,” sindirnya.

Begitu pula dengan Partai Golkar melalui Sekjen Idrus Marham yang menilai langkah pemerintah menyalurkan bantuan untuk pengungsi Rohingya harus terus didukung. “Kita justru heran kalau ada yang mengkritisi padahal itu ialah amal soleh,” ujar Idrus di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, kemarin. (Nov/MTVN/P-5)

Komentar