Travelista

Lampung, dari Dataran Tinggi ke Bawah Laut

Ahad, 17 September 2017 05:16 WIB Penulis: Suryani Wandari

Dok. Pribadi

PERAN medsos kini jadi sahabat bagi destinasi wisata. Jumlah tag di medsos akan menentukan perkembangan jumlah pelancong. Apalagi kini para turis memilih tempat wisata bukan hanya buat rehat, melainkan pamer foto di media sosial.

Puncak Mas

Di Lampung, ada beberapa tempat ciamik yang bisa dipilih untuk melakukan swafoto bersama keluarga atau rekan. Pertama, Puncak Mas di Desa Sukadanaham, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kabupaten Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari kota Bandar Lampung, lokasi ini mengusung konsep wisata alam dan kafe yang indah yang mampu menyegarkan mata. Foto akan lebih keren karena cahaya dan pantulan hijaunya rumput dan pohon kan melengkapi foto.

Untuk sampai di tempat ini, kita tak perlu lagi capek-capek berjalan menaiki bukit, cukup membayar Rp20 ribu per orang, kendaraan akan mengantar hingga lokasi. "Sebanding antara harga dan pemandangan yang didapat. Meskipun rumah kami dekat dari sini, kami tak pernah bosan datang hanya untuk mengobrol sambil menikmati pemandangan," kata Dewi, pengunjung yang datang bersama suaminya, Jumat (21/7). Saya mengunjungi Lampung bersama tim BCA di sela kegiatan gerakan berbagi #BukuUntukIndonesia.

Menurut Dewi, suasana yang sejuk dan terdapatnya tempat duduk dengan payung atau bahkan saung-saung bisa membuat mereka santai berbincang. Duduk di bangku berpayung, pandangan mata bisa melihat Kota Bandar Lampung dan teluk di sebelah kanan. "Malam lebih indah karena bisa melihat kerlap kerlip bintang dan lampu dari rumah warga di kota Bandar Lampung," kata Dewi.

Yang unik dan menjadi favorit di tempat ini, salah satunya rumah terbalik. Ya, sesuai dengan namanya, rumah berbentuk kotak berbahan kayu ini didesain terbalik dengan atap rumah berada di bawah, cocok buat berfoto di hadapannya.

Setiap rumah di atas pohon ini kita juga perlu hati-hati karena masing-masing memiliki kapasitas berbeda. Tangga yang terbuat dari kayu dan cukup tinggi bisa jadi ketakutan bagi beberapa orang. Apalagi di atas, angin cukup kencang menerpa tubuh dan pohon.

Salah satu hal yang membuat Puncak Mas Lampung ini istimewa, keberadaan wahana bermain anak. Di wahana anak ini ada perosotan, ayunan, jungkat-jungkit, dan rumah pohon ini yang bikin anak betah bermain-main di sini.

Puncak Mas Lampung memang benar-benar pas buat wisata keluarga, asyik buat tempat nongkrong sambil mendengarkan musik, serta wisata kuliner!

Taman Nemo

Laut lampung belum begitu terkenal di telinga para pelancong, padahal wisata air ini tak kalah indah daripada kawasan Timur Indonesia. Bahkan Lampung digadang-gadang seperti surga tersembunyi karena salah satu spot snorkeling yang indah dan masih belum begitu banyak dijamah.

Salah satunya, Taman Nemo. Lokasinya di dasar laut, sekitar Pulau Pahawang Besar. Untuk sampai di sini, diperlukan waktu sekitar 45 menit untuk menyeberang menggunakan perahu.

Sesuai namanya, ikan nemo atau ikan badut dapat dengan mudah ditemui saat snorkeling. Tak sampai 5 meter saat surut, kita dapat bertemu ikan kecil itu yang tak mau jauh dari rumahnya, anemon. Kita pun bisa berswafoto bersama ikan berwarna jingga ini.

Selain ikan badut, ada ikan yang bergerombol berenang ke segala arah, seperti ikan zebra atau ikan dori. Mereka bisa muncul jika diberi makan biskuit yang telah diremas.

Setelah puas, kami melanjutkan perjalanan ke Pahawang Kecil yang memiliki keistimewaan, saat air laut surut, daerah pantai menjadi spot selfie yang apik. Pasir putihnya dengan karang-karang kecil ini sekan muncul ke permukaan membentuk jembatan yang menghubungkan ke pulau di seberangnya.

Pasir putih, air laut yang hijau dan kebiruan, latar gunung dan pohon yang rimbun, menambah cantiknya foto!

Jika ingin pergi ke Pulau Nemo, pemandu wisata lazimnya menyarankan untuk berangkat pagi-pagi sekali, sekitar 06.00-07.00 karena air laut masih bersih, tenang dan nyaman untuk snorkeling. Alat serta kamera untuk foto bisa disewa kepada para pemandu yang harganya relatif masih murah.

Turun di tengah laut dari perahu, kami keasyikan berenang ditemani ikan-ikan. Dari bawah laut, kita bisa melihat dari dekat ikan nemo berwarna jingga dengan polet putih dan hitam menghiasi tubuhnya. Prasasti bertuliskan Wisata Taman Nemo Lampung dan karang-karang cantik pun telah tersedia untuk foto. Namun, jangan heran jika ikan pemalu ini akan bersembunyi di anemon, terumbu karang tempat tinggalnya saat kita melakukan foto. Strateginya, kita bisa mengambil biskuit ke dasar laut sebagai umpan ikan nemo ini bisa muncul.

Sebenarnya, ada satu spot snorkeling lagi yang tempatnya tak begitu jauh dengan Taman Nemo, yakni Candi. Ya, bukan hanya ikan, spot berswafoto di dalam laut ini bisa menjadi pilihan. Terumbu karang yang sengaja ditanam membentuk candi ini cantik pula difoto. Namun lagi-lagi air yang agak surut di pagi hari adalah waktu terbaik menikmatinya. Di siang hari, airnya akan agak keruh.

Pulau Kelagian

Terakhir sebelum kembali ke Lampung, kami beristirahat di Pulau Kelagian. Pulau kecil yang sebelumnya tak berpenghuni.

Tak ada tempat tinggal di sini, tapi sudah ada kamar ganti dan warung jajanan dengan harga yang masih murah. Keberadaan saung-saung ini bisa dipilih untuk beristirahat melepas penat. Namun, sewa saung ini dikenai biaya Rp20 ribu.

Hamparan pantai putih dengan air yang tenang tanpa ombak serta keberadaan batang pohon di sekitar pantai ini pun menggoda pengunjung untuk berswafoto berlatar laut dan gunung nan indah. (M-1)

Komentar