Gaya Urban

Angkat Beban sambil Beraerobik

Ahad, 17 September 2017 00:16 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

MI/Rommy Pujianto

KURSI untuk latihan angkat beban (bench press) lengkap dengan beban seberat 6 kilogram sudah berada tepat di depan Junius. Tidak hanya itu, ia juga sudah menyiapkan satu set beban lain dengan berat masing-masing 5 kilogram.

Meski begitu, Junius bukan seperti orang yang umumnya sedang berlatih angkat beban. Ia tidak berlatih sendiri, tapi bersama dengan banyak orang lainnya dalam sebuah kelas. Mereka semua juga dilengkapi dengan peralatan yang sama.

Begitu musik hip hop berdentum, mereka memulai latihan dengan gerakan-gerakan aerobik dan kardio. Barulah setelah sekitar 5 menit berjalan, Junius dan rekan-rekannya menggunakan beban sebagai latihan. Meski begitu, gerakan aerobik tidak berhenti. Maka, ada gerakan-gerakan mengangkat beban sambil melakukan squat dan dengan posisi kuda-kuda.

“Baru terasanya memang setelah 10 menit­an kelas berlangsung. Nah setelah itu sampai 40 menit ke depan, baru deh kita dipaksa untuk terus bergerak dan mengangkat beban yang sudah ditentukan masing-masing,” tutur Junius ketika dijumpai di Celebrity Fitness Mall Artha Gading, Jakarta, Selasa (5/9). Kelas yang diikutinya ini bernama body pump.

Instruktur kelas tersebut, Andre, menjelaskan body pump memang menggabungkan latihan angkat beban dan aerobik. Konsep ini dimunculkan dengan tujuan pembentukan otot tubuh dan melatih stamina. Pasalnya, setiap anggota dipaksa terus bergerak sembari melakukan gerakan angkat beban.

“Kita gabungkan kelas aerobik dan angkat beban. Jadi seperti melakukan bench press, tapi sambil melakukan gerakan squat dan posisi kuda-kuda. Tentu hasilnya sangat maksimal untuk setiap tubuh yang melakukannya,” papar pria asal Brasil itu.

Kurus

Salah satu peserta yang tampak antusias di kelas itu ialah Agnes. Ia mengaku merasakan keseruan berbeda dari berbagai kelas fitnes yang telah diikuti.

“Saya pernah fitnes, pernah juga body pump, namun hasilnya beda. Kalau fitnes mungkin cocok untuk orang yang mau membesarkan otot dan tubuhnya, tapi kalau body pump itu seperti mau kurus, tapi juga timbul otot,” tutur Agnes.

Menurutnya, setiap anggota diharuskan bergerak terus sambil mengangkat beban selama 1 jam. Namun di pertengahan kelas, instruktur juga kerap mengarahkan gerakan tanpa beban seperti push up dan sit up.

“Nah ketika badan sudah lelah untuk mengangkat beban, kita diajak berlatih tanpa beban seperti sit up dan push up. Jadi otot juga terasa lebih kencang, namun tidak besar,” sambung Agnes.

Ketika awal mengikuti kelas body pump, Agnes pun mengaku tidak mengangkat beban berat yang banyak diangkat anggota di sekeli­lingnya. Bahkan, pada kelas pertama ia hanya mengangkat beban total 3 kilogram.

“Saya ingat benar pertama kali ikut kelas hanya bisa angkat beban 3 kilogram. Tapi seiring berjalannya waktu dan ikut kelas terus dengan benar, sekarang sudah bisa hampir 8 kilogram,” ucap Agnes. (M-3)

Komentar