Nusantara

Tiga Tahun Rumah Relokasi Korban Bencana Manado Belum Tuntas

Kamis, 14 September 2017 12:51 WIB Penulis: Vouke Lontaan

ANTARA

HARAPAN warga korban bencana banjir dan tanah longsor di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menempati rumah bantuan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga kini belum terwujud. Padahal total dana bantuan pasca bencana yang telah dikucurkan sejak 2015 hingga 2017 cukup besar, berjumlah Rp399 miliar.

"Khusus bantuan rumah sesuai target 3018 unit rumah. 1000 unit diantaranya bangunan rumah baru, 1000 unit di Desa Pandu, Kota Manado, sesuai program relokasi warga korban bencana. Rumah itu sampai sekarang masih sementara dikerjakan sejak 2015, setelah dana bantuan disalurkan ke pemerintah Kota Manado," ungkap Deputi bidang rehabilitasi dan rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Neulis Zuliasri di Manado.

Penjelasan Neulis itu disampaikan dalam Forum Komunikasi Wartawan yang digelar Badan Nasional Pencegahan Bencana di Hotel Mercure Desa Tateli, Kabupaten Minahasa, 11 - 13 Sepember 2017.

Pasca bencana banjir di Manado, 15 Januari 2014, BNPB katanya, di tahun 2015 telah salurkan dana bantuan senilai Rp 224 miliar. Khusus Pemkot Manado mendapat Rp213.304.000.000. Sisanya diserahkan ke Pemprov Sulut.

"Dana itu dimanfaarkan untuk pembuatan rumah relokasi korban bencana, dan infrastruktur seperti jembuatan 1 unit, drainase 19 unit dan bantuan buat rumah warga yang rusak ringan,"jelasnya.

Tahap berikutnya 2016, BNPB, lanjut Neulis, menyaluran bantuan Rp 29 miliar. Dengan rincian buat BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pemkot Manado Rp 14,3 miliar untuk rehabilitasitaman yang rusak. Rp 15 miliar disalurkan ke BPBD Pemprov Sulut buat pembuatan jembatan yang rusak.

"Pada 2017 pemerintah pusat melalui BNPB menyalurkan dana buat pananggulangan bencana di Kota Manado sejumlah Rp116.313.400.000 ke BPBD Pemkot Manado dan ke Pemprov Sulut Rp 10,5 miliar. Semua dana yang disalurkan itu diperuntukan bagi kepentingan warga korban bencana dan rehabilitasi infrastruktur yang rusak," tandasnya.

Namun data berbeda disampaikan Kepala Bapelitbang Pemkot Manado, Liny Tambayong saat tampil sebagai salah satu narasumber. Menurutnya, bangunan rumah yang dibangun buat relokasi warga korban bencana di Manado sebanyak 900 unit. Rumah itu belum ada yang ditempati masih sementara diselesaikan pekerjaannya.

Sejumlah warga Manado korban bencana 2014 saat dihubungi terpisah, mempertanyakan, bantuan pemerintah lewat BNPB yang telah disalurkan ke Pemerintah Kota Manado.. "Kami 2015 lalu mendapat bantuan dari Pemkot Manado. Setiap keluarga Rp 3,6 juta, hanya itu tidak cukup untuk memerbaiki rumah yang rusak akibat banjir bandang. Jadi, perlu dipertanyakan dana bantuan ratusan miliar itu. Jangan derita warga korban bencana dimanfaatkan kepentingan pribadi atau sekelompok orang," tegas Jhoni Sualang, warga Banjer Lingkungan IV korban bencana, Kecamatan Tikala, Manado. (OL-3)

Komentar