Polkam dan HAM

Presiden : Gedung Perpustakaan Indonesia Tertinggi di Dunia

Kamis, 14 September 2017 12:59 WIB Penulis: Antara

ANTARA

PRESIDEN Joko Widodo menyebut bahwa gedung Perpustakaan Nasional yang baru memiliki 27 lantai dan telah diresmikan ini merupakan tertinggi di dunia untuk kategori gedung perpustakaan yang ada.

"Perpustakaan Nasional ini dulunya hanya tiga lantai. Ngak ada yang mau datang ke sini, sekarang 27 lantai 'plus basement'. Jadi nggak kaget kalau gedung Perpustakaan Nasional ini tertinggi di dunia, untuk gedung peroustakaannya," kata Presiden saat meresmikan Gedung Perpustakaan Nasional di Jalan Merdeka Selatan Jakarta, hari ini.

Jokowi menyatakan kebanggaannya terhadap gedung ini karena sudah digagas oleh Presiden Soekarno sejak 65 tahun, namun baru bisa dikerjakan pada saat ini dengan memakai bentuk dari hasil lomba sehingga mendapatkan sebuah desain yang sangat baik.

"Ini dikerjakan dua tahun enam bulan dan selesai dengan kondisi yang sangat baik, Alhamdulillah meskipun saya belum masuk, saya lihat luarnya saja, saya berkomentar sangat baik," ujar Jokowi.

Presiden mengingatkan kepada Perpustakaan Nasional merupakan masa depan, artinya bagaimana meningkatkan minat baca kepada anak-anak saat ini adalah kepada generasi Y, generasi Z yang punya pola pikir dan perilaku jauh berbeda dengan generasi-genarasi sebelumnya.

"Mereka sekarang lebih senang baca tulisan atau baca berita di 'smartphone atau di tablet. Dan saya keliling ke kampus-kampus, saya tanya berapa banyak mereka yang masih baca koran cetak. Saya dapat memastikan sudah sangat berkurang sekali," ungkapnya.

Presiden menyebut genarasi sekang ini hanya menggunakan smarphone bisa baca berita apapun, bisa lihat "live streaming" (siaran langsung), bisa lihat video apapun, sehingga informasi apapun dalam waktu yang sangat cepat bisa mereka serap.

Presiden juga meminta Perpusnas RI untuk tidak cepat puas dengan peresmian ini karena namanya digital dan "destruktif inovasion" perkembangannya setiap saat, setiap jam, setiap menit, setiap detik selalu berkembang sehingga perlu diperhatikan dan mempelajari orang menkomsumsi buku, mengkomsusmsi tulisan lalu sesuaikan dengan layanan ada. (OL-7)

Komentar