Surat Pembaca

Mohon Pemkot Malang Tindak Tegas Juru Parkir Liar

Kamis, 14 September 2017 09:21 WIB Penulis: Aditya Arga Yusandinata Malang, Jawa Timur

ANTARA/ZABUR KARURU

BAGI yang terbiasa hidup di kota besar tentunya sudah tidak asing dengan sosok pria yang biasanya memakai rompi oranye (untuk Kota Malang kini menggunakan rompi hijau) dan membawa sebuah peluit. Ya, mereka adalah juru parkir. Juru parkir di kota saya tinggal, tepatnya di Kota Malang, Jawa Timur, semakin banyak dan mengganggu ke­tertiban lalu lintas. Tidak di mal atau di pasar saja, tapi juga pada fasilitas automated teller machine atau automatic teller machine atau anjungan tunai mandiri (ATM). Bahkan, pada tempat fotokopi pun ada juru parkir.

Juru parkir itu pun banyak yang tidak menggunakan rompi hijau, menandakan bahwa mereka bukan juru parkir resmi pemerintah. Uang tersebut pastinya hanya tersalur ke kantong mereka. Juru parkir-juru parkir liar itu jika dibiarkan akan menambah kesemrawutan kota karena mereka sering memanfaatkan badan jalan sebagai lahan parkir. Jalan yang sempit pun terkena imbasnya, apalagi di waktu-waktu puncak kemacetan.

Selain itu, dengan adanya juru parkir liar, pemasukan pemilik usaha akan ikut terpe­ngaruh. Menurut info dari masyarakat, para juru parkir liar itu adalah preman yang menguasai wilayah tersebut. Dengan biaya parkir yang rata-rata berada di kisaran Rp2.000, tentunya masyarakat cenderung memilih tempat yang tidak dikuasai juru parkir. Bisa kita lihat, ATM yang tidak ada juru parkirnya cenderung lebih ramai dan antre.

Seharusnya, Pemerintah Kota Malang dapat menindak tegas praktik juru parkir liar yang semakin bertambah jumlahnya akhir-akhir ini. Selain tidak memberikan retribusi kepada pemerintah daerah setempat, juru parkir nakal itu menambah kemacetan di mana-mana.

Kirimkan keluhan dan komentar Anda tentang pelayanan publik ke e-mail: forum@mediaindonesia.com

Komentar