Humaniora

Festival Inovasi Pupuk Jiwa Wirausaha Pelajar

Rabu, 13 September 2017 21:53 WIB Penulis: Syarief Oebaidillah

Ist

GUNA membentuk wirausahawan muda Indonesia, khususnya para pelajar SMA dan Madrasah Aliyah (MA) yang terampil dan berinovasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memfasilitasi wadah bagi para siswa berkreasi dengan menggelar Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI).

Festival berlangsung pada 11-16 September 2017 di Kota Bandung, Jawa Barat.

"Ajang kompetisi kewirausahaan tingkat SMA/MA kami gelar dalam rangka mendorong inovasi generasi muda dalam berwirausaha, khususnya dalam pengembangan model pelajaran kewirausahaan di sekolah, sebagai wujud penguatan pendidikan karakter siswa, dan optimalisasi potensi industri ekonomi kreatif di Indonesia. Kita berharap ajang ini mampu memupupuk jiwa kewirausahaan para pelajar dalam menyiapkan diri di era persaingan era Masyarakat Ekonomi ASEAN dan persaingan global," kata Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud, Purwadi Susanto, kepada Media Indonesia, Rabu (13/9).

Tahun ini, lanjut Purwadi, FIKSI mengangkat tema 'Creativepreneur with Local Value and Modern Spirit'. Adapun konsep penyelenggaraan berupa #PestanyaWirausahawanMuda# yang menonjolkan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, penyusunan rencana usaha, serta perencanaan keberlanjutan usaha yang diperuntukkan bagi siswa SMA/MA dari seluruh Indonesia berminat dan berbakat dalam berwirausaha.

Menurut dia, upacara pembukaan yang telah berlangsung Selasa kemarin dimeriahkan kesenian dan kreativitas khas Jawa Barat. Dilanjutkan lomba ide wirausaha inovatif yang dilaksanakan melalui seleksi wawancara dengan proses penjurian untuk memilih rencana wirausaha terbaik.

Peserta diwajibkan memilih tujuh bidang usaha kreatif, yaitu kerajinan, desain grafis, fesyen, pengembangan aplikasi dan permainan interaktif digital, tata boga, dan bidang lain pameran kewirausahaan untuk memperkenalkan produk kreatif milik setiap peserta.

Selain itu juga digelar dua seminar kewirausahaan yang diisi oleh pembicara dari kota setempat. Peserta juga melakukan kunjungan ke beberapa perusahaan kreatif di Kota Bandung, seperti JNC, Batik Komar, Eliana Keramik, dan Agate, serta wisata edukasi ke NuArt Sculpture Park.

Kegiatan kunjungan itu agar peserta dapat mengetahui proses di balik penciptaan masing-masing karya dari tangan pembuatnya langsung.

"Generasi muda yang inovatif dalam berwirausaha adalah generasi yang produktif dan memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung perekonomian melalui sumbangsihnya di bidang industri kreatif. Karenanya, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mendorong mereka melalui kegiatan unjuk gigi yang bermanfaat seperti FIKSI. Untuk itu teruslah bersemangat para siswa Indonesia dalam berinovasi dan berjiwa wirausaha," tegas Purwadi.

Sementara Kasubdit Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud, Suharlan, menambahkan, walaupun baru memasuki tahun kedua, even FIKSI ini sangat menarik minat pelajar. Terbukti jumlah peserta yang meningkat signifikan.

"Banyak siswa kita yang kreatif dalam karya karya melalui proposal seleksi yang kami terima dalam even ini," ungkap Suharlan.

Menurut dia, kegiatan ini diikuti 600 siswa dan yang berhasil masuk babak final sebanyak 130 siswa dari 52 sekolah. Terlebih penting lagi, lanjut dia, melalui even ini para pelajar terpupuk dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang kreatif berkelanjutan, sekaligus menjadi media sosialisasi hasil karya calon wirausaha muda kepada masyarakat.

"Jadi melalui FIKSI para pelajar kita dilatih membangun rasa tanggung jawab, dan kemandirian serta membiasakan kerja sama atau gotong royong, hal ini juga terkait erat dengan program Penguatan Pendidikan Karakter yang kini sedang digalakkan pemerintah melalui Kemendikbud di seluruh sekolah di Tanah Air," pungkasnya. (OL-2)

Komentar