Selebritas

Michelle Victoria Alriani Bawa Kearifan Lokal ke Filipina

Kamis, 14 September 2017 04:01 WIB Penulis: Ardi Teristi Hardi dan Agus Utantoro

ARDI T RISTY

MICHELLE Victoria Alriani akan mewakili Indinesia dalam ajang Miss Earth tingkat dunia pada November 2017 mendatang di Filipina. Beberapa saat sebelumnya, tepatnya 8 Oktober, dia akan berangkat ke Filipina untuk mengikuti karantina. "Tanggung jawab ini lumayan berat sekaligus menjadi kehormatan bagi saya karena mewakili Indonesia," kata dia di Indische Koffie, Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Selasa (12/9) siang.

Perempuan kelahiran Bandung, 20 April 1997, itu masih tercatat sebagai mahasisiwi International Undergraduate Program di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Penyandang gelar Miss Earth Indonesia 2017 itu fasih berbicara dalam empat bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, Prancis, dan Jepang. Michelle mengaku, dalam ajang tersebut, ia akan membawa pesan-pesan kearifan lokal. Menurut dia, di situlah kekuatannya bila dibandingkan dengan peserta-peserta lainnya yang banyak mempromosikan ide-ide negara Barat.

"Saya akan membagikan pesan 'Hamemayu hayuning bawana', yang memiliki makna usaha manusia untuk memperindah (hamemayu) keindahan (hayuning) dunia (bawana)," kata dia.

Menurut filosofi tersebut, lingkungan hidup yang bersifat kompleks, terdiri dari dimensi budaya dan spiritual, harus dipercantik insan-insan yang berperasaan halus dan berjiwa luhur. Busana yang akan dikenakan Alriani pun penuh dengan makna filosofis, dengan ungkapan, 'Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana'. Dalam bahasa Indonesia, ungkapan tersebut bermakna martabat seseorang terletak pada keluhuran tutur kata dan busana yang dikenakannya.

Warna putih melambangkan kesucian hati, warna merah muda lembut dan hijau muda lembut melambangkan kelembutan batin, ornamen bunga-bunga melambangkan harapan dan kecantikan, dan ornamen burung melambangkan nilai-nilai luhur seperti tidak terjerat hawa nafsu duniawi, tetapi berorientasi kepada ketuhanan.

Baju dari limbah
Dalam salah satu sesi perlombaan, Alriani juga akan mengenakan baju dari limbah bungkus permen dan superhero Damesta (Damai Sentosa). Salah satu implementasi riilnya ialah ekoturisme. Melalui konsep ekoturisme, pelestarian lingkungan dapat berjalan sinergis dengan pariwisata sehingga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat. "Konsep yang disampaikan ialah memperindah dunia dengan mengatasi masalah-masalah akibat aktivitas manusia," kata dia.

Dalam implementasinya, penerapan 5 R, yaitu rethink, reuse, reduce, recycle, dan respect, harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh 5 R, misalnya, membawa tumbler untuk tempat minum saat bepergian, membawa tas sendiri dari rumah saat berbelanja, mematikan lampu listrik dan pendingin ruangan saat tidak dipakai, serta jangan membuang sampah sembarangan.

Alriani menjelaskan, dalam ajang tersebut, dia tidak hanya berkompetisi, tetapi juga ingin menyampaikan budaya-budaya di Indonesia. "Saya ingin menjadi pertama bisa melangkah ke babak selanjutnya," kata dia. Ia berharap dapat menginspirasi generasi selanjutnya untuk terus memelihara lingkungan. (H-5)

Komentar