Internasional

Gara-Gara Mengajar Alquran lewat WeChat, Warga Xinjiang Dihukum 2 Tahun

Rabu, 13 September 2017 20:07 WIB Penulis: Antara

Thinkstock

SEORANG pria di Daerah Otonomi Khusus Xinjiang Uighur, Tiongkok, divonis hukuman penjara selama dua tahun karena mengajar Alquran kepada orang-orang melalui grup WeChat.

Huang Shike dianggap bersalah karena menggunakan informasi melalui internet secara ilegal, demikian bunyi putusan yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Ili Kazak di bawah pengawasan Pengadilan Tinggi Xinjiang, yang dipublikasikan di China Judgment Online.

Huang yang mengajar dan menyampaikan ayat-ayat suci AlQuran 'tidak pada tempatnya' itu menyebarkan perintah ibadah sehingga dianggap melanggar undang-undang dan aturan keagamaan di Tiongkok serta berpotensi menimbulkan masalah sosial, demikian putusan pengadilan sebagaimana dikutip Global Times, Selasa (12/9).

Pria berusia 49 tahun dari kelompok etnis minoritas Hui itu pada Juni 2016 menggunakan grup WeChat. Grup media sosial populer di daratan Tiongkok itu digunakan untuk menyampaikan tata cara beribadah melalui pesan suara kepada 100 orang anggota grup yang sebagian besar adalah sahabat dan keluarganya.

Kemudian pada Agustus 2016, Huang berdakwah mengenai Hari Raya Idul Adha melalui grup WeChat lainnya. Grup WeChat tersebut juga beranggotakan 100 orang.

Klausul tentang penggunaan informasi dan internet secara ilegal tertuang dalam KUHP Tingkok Tahun 2015. Aturan itu menyebutkan bahwa dilarang keras menggunakan laman web atau grup dalam jaringan untuk melakukan aktivitas ilegal seperti tindak penipuan, mengajari orang lain untuk berbuat kejahatan, dan menjual benda-benda yang dilarang secara hukum.

Untuk menertibkan grup medsos, seperti WeChat, QQ, dan Weibo, Lembaga Siber China (CAC) baru-baru ini mengeluarkan aturan baru yang berlaku efektif per 8 Oktober 2017.

Dalam aturan baru tersebut, admin grup harus bisa mengatur anggota. Apa pun yang diposting di grup harus sesuai dengan undang-undang, kesepakatan di antara pengguna, dan konvensi platform media. Penyedia fasilitas medsos harus bisa membatasi jumlah anggota grup selain juga bisa mengidentifikasi anggota dan memastikan kredibilitasnya. (X-12)

Komentar