Humaniora

Gedung Perpustakaan Nasional Indonesia Tertinggi di Dunia

Rabu, 13 September 2017 18:55 WIB Penulis: Deri Dahuri

Ist

INDONESIA memiliki gedung perpustakaan tertinggi di dunia. Kamis (14/9) gedung tersebut akan diresmikan Presiden Joko Widodo.

"Besok (14/9) akan diresmikan Presiden Joko Widodo. Setelah pembukaan tepat pukul 12.00 WIB, masyarakat umum bisa langsung berkunjung dan memanfaatkan fasilitas serta membaca buku-buku yang terdapat di Perpusnas," ujar Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando di Jakarta, Rabu (13/9).

Syarif mengungkapkan, setelah mengamati sejumlah gedung perpustakaan nasional di sejumlah negara, Perpusnas Indonesia adalah tertinggi. "Kami mendapat informasi bahwa perpustakaan nasional milik Tiongkok hanya 12 lantai dan Jepang hanya 8 lantai," paparnya.

Gedung fasilitas layanan Perpusnas ini memiliki 24 lantai dan koleksi 2,6 juta buku, berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan No 11. Syarif menjelaskan bahwa gedung Perpusnas yang dibangun dengan total dana Rp465 miliar tersebut memiliki sejumlah fasilitas unggulan.

Fasilitas yang tersedia di gedung yang langsung menghadap Monumen Nasional (Monas) tersebut di antaranya ruang teater, pusat data, layanan naskah Nusantara, koleksi buku langka, layanan koleksi mancanegara, dan layanan koleksi foto, peta, dan lukisan.

"Gedung fasilitas layanan Perpusnas dilengkapi dengan kabel jaringan data kategori 7 (CAT-7) yang mampu mentransfer data sampai dengan 10 gigabyte per detik yang setara dengan jaringan instalasi bandara di Swiss dan Sporthub Singapura," jelas Syarif.

Tidak hanya itu, gedung Perpusnas dibangun dengan konsep green building dengan tinggi menjulang berbentuk persegi seperti jendela. "Rupa seperti jendela mengartikan perpustakaan sebagai window of the world," paparnya.

Untuk menarik minat baca anak-anak yang lebih suka bermain, Perpusnas membuat fasilitas reading area untuk anak-anak dengan bentuk menarik dan beraneka warna. Tak hanya itu, ruangan diberi hiasan lukisan mural dari cerita rakyat asli Indonesia.

Saat ditanya tentang koleksi perpustakaan, Syarif menjelaskan Perpusnas kebanggaan Indonesia ini memiliki koleksi naskah kuno tertua dari abad ke-16 yang didapat dari Garut, Jawa Barat.

"Kini naskah kuno yang belum dapat diterjemahkan tersebut tengah diteliti pakar dari Indonesia dan pakar British Library. Namun naskah ini masih jadi koleksi pusaka belum jadi pustaka," tukas Syarif.

Syarif menargetkan sesuai dengan pertambahnya waktu, koleksi buku Perpusnas akan terus bertambah. Pada lima tahun ke depan, koleksi buku ditargetkan menjadi 20 juta buku dan total yang bisa ditampung sekitar 70 juta buku. (OL-4)

Komentar