Ekonomi

Pengusaha Banyak Ajukan Penambahan Daya, PLN Rasakan Geliat Ekonomi

Rabu, 13 September 2017 18:42 WIB Penulis: Cahya Mulyana

ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

PT PLN (Persero) merasakan geliat ekonomi dari program pembangunan infrastruktur yang dikebut pemerintah. Banyak pelaku usaha yang mengajukan permintaan penambahan daya baru.

"Banyaknya permintaan tambah daya dan pelanggan baru 630MW termasuk juga termasuk kerja sama dengan Gunung Steel Group. Semoga ini menjadi rebornnya ekonomi bagi kita semua," papar Direktur PLN Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin, di kantor PLN Regional Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/9).

Ia menjelaskan permintaan tambahan daya atau pemasangan baru dari pelaku usaha tidak lepas dari upaya pemerintah yang gencer melakukan pembangunan ditambah usaha peningkatan layanan PLN. Dampaknya sudah terlihat dengan meningkatnya kepercayaan dan jumlah pelanggan.

"Hari ini, PLN bersama 31 pelanggan industri dan bisnis besar menandatangani kontrak transaksi listrik dengan total daya mencapai 630 MW di Bekasi. Dua kontrak berupa Head of Agreement (HoA) dengan PT Gunung Steel Group untuk penambahan daya 200 MW," jelasnya.

Amir menjelaskan permintaan tambah daya 200 MW Gunung Steel Group terdiri atas penambahan daya untuk PT Gunung Rajapaksi dari 100 MW ke 200 MW dan PT Gunung Garuda untuk penambahan daya dari 115 MW menjadi 215 MW.

"Hal ini menjadikan Gunung Steel Group sebagai pelanggan PLN terbesar se-Indonesia dengan total daya terpasang sebesar 415 MW atau setara dengan 1 unit pembangkit listrik tenaga uap skala menengah," paparnya.

Selain itu, lanjut dia, sebanyak 29 pelanggan lainnya menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Listrik (SPJBTL) dengan PLN Area Bekasi untuk transaksi listrik dengan total 425 MW. Pelanggan tersebut di antaranya adalah PT Multi Strada Arah Sarana, PT Toyogiri, PT Mulia Keramik, PT Maxxis International.

Atas permintaan tersebut, pasokan listrik yang ada sudah sangat siap memenuhi kebutuhan termasuk suplai dari proyek 35.000MW. Maka pelaku industri dan bisnis besar tidak perlu khawatir atas pasokan listrik PLN.

“Program pembangunan pembangkit baru sebesar 35.000 MW perlu diserap dengan pembangunan industri dan bisnis baru di Indonesia, untuk itu kami harapkan pengusaha untuk tidak perlu merisaukan perihal ketersediaan pasokan listrik,” ujarnya.

Amir menjelaskan PLN berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan plus margin dan untuk kawasan Jawa bagian tengah kapasitas saat ini 13.000 MW. Pasokan tersebut sudah bisa memenuhi kebutuhan pelanggan termasuk pelanggan baru.

"Dan 13.000 MW itu risk marginnya sekitar 30%. Kalau negara lain seperti Singapura itu risk margin-nya itu 50% bahkan ada yang 100%. Kalau kita masih 30%, itu masih aman," tutupnya. (OL-6)

Komentar