Nusantara

Rencana Penutupan Perlintasan Sebidang di Cimindi Menuai Protes Warga

Rabu, 13 September 2017 18:26 WIB Penulis: Depi Gunawan

Kendaraan melewati perlintasan sebidang milik PT. KAI di Cimindi Kota Cimahi, Rabu (13/9). MI/DEPI GUNAWAN

RENCANA penutupan perlintasan sebidang di Cimindi oleh Direktorat Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menuai tanggapan negatif masyarakat, khususnya pengguna kendaraan yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Sopir angkot jurusan Cimahi-Leuwipanjang, Enjang Rahmat, 63, menganggap penutupan perlintasan Cimindi dinilai tidak tepat karena justru akan mengorbankan kepentingan masyarakat banyak, seperti pedagang dan pengguna jalan.

"Tidak harus ditutup, tapi bisa dengan membangun jembatan penyeberangan khusus kalau memang alasan rencana penutupan perlintasan ini karena membahayakan orang, atau diatur petugas kalau kereta mau melintas. Jadi, tidak perlu menutup total perlintasan ini," ujar Enjang saat ditemui di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (13/9).

Enjang juga menyebutkan bakal terjadi kemacetan parah jika penutupan perlintasan jadi direalisasikan karena semua kendaraan dipaksa melalui flyover Cimindi. Menurutnya, rencana penutupan dilakukan secara mendadak, karena idealnya, sosialisasi harusnya dilakukan sejak setahun lalu.

"Kalau tiba-tiba begini pasti semuanya tidak setuju, harusnya perlu mengajak diskusi warga dan pengguna jalan, cari solusinya bersama-sama, enggak perlu mendadak seperti ini," katanya.

Pada akhir Agustus 2017 lalu, Kementerian Perhubungan bersama pihak terkait telah meninjau perlintasan sebidang jalan di Cimindi dan Kiaracondong.

Direktorat Keselamatan Perkeretaapian memastikan akan menutup permanen dua persimpangan rel kereta api ini. gar masyarakat tidak kaget dengan rencana ini, pihak terkait akan melakukan sosialisasi dari 8 September hingga sebulan ke depan.

Akan tetapi, hingga saat ini belum ada tanda-tanda sosialisasi, seperti pemasangan spanduk ataupun penempatan petugas di sekitar perlintasan sebidang jalan di Cimindi.

Asep, 43, warga setempat, mengaku belum ada pihak terkait yang melakukan sosialisasi pada warga. Menurut pria yang telah berdagang bakso di wilayah itu sejak 1995 itu, jika perlintasan sebidang jalan di Cimindi jadi ditutup, ia dan pedagang lainnya akan mengalami penyusutan omzet yang sangat drastis.

"Kalau semua kendaraan tidak bisa lewat jalur bawah lagi, usaha akan jadi sepi, warung, bengkel, dan semua toko bisa-bisa bangkrut. Makanya kalau mau buat kebijakan harus dipikir secara logis, jangan asal-asalan seperti ini," tuturnya.

Dinas Perhubungan Kota Cimahi juga mengaku dipusingkan dengan rencana penutupan yang dianggap sangat mendadak tersebut. Namun demikian, penutupan perlintasan sebidang akan diuji coba terlebih dahulu. Setelah ada hasilnya, baru bisa direkomendasikan apakah penutupan bisa dilanjutkan atau tidak.

"Dari ujicoba itu, kita akan lihat apakah dengan penutupan bisa memberikan dampak positif atau negatif. Kalau justru menimbulkan permasalahan baru, tentu akan dipertimbangkan kembali, dan mudah-mudahan ada solusi terbaik," ujar Kepala Dishub Kota Cimahi, Ison Suhud.

Jika ujicoba sudah dilaksanakan, baru dilakukan kajian mendalam mengenai permasalahan apa yang timbul dengan penutupan perlintasan sebidang tersebut.

"Apakah jaringan jalan (flyover) akan diperpanjang atau diperlebar, kita lihat nanti setelah diujicobakan. Karena kita tidak bisa menolak amanat Undang-Undang, jadi harus dipikirkan sebaik mungkin," bebernya. (OL-2)

Komentar