Ekonomi

Pemerintah Permudah Swasta Ikut Proyek Infrastruktur

Rabu, 13 September 2017 18:22 WIB Penulis: Adhi M Daryono

ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

DORONGAN peran swasta untuk ikut andil dalam pembangunan infrastruktur terus dibuka oleh pemerintah dengan cara melakukan deregulasi dan kemudahan untuk melakukan tender.

Hal itu dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono seusai membuka 5 pameran niaga yakni Concrete Show South East Asia 2017, Mining Indonesia 2017, Construction Indonesia 2017, Oil and Gas Indonesia 2017 dan Marintec 201u di Jakarta International Expo, Rabu (13/9).

Saat ini kata Basuki sudah ada aturan yang mengatur terkait pembagian wilayah nilai kontrak proyek infrastruktur yang akan dikerjakan BUMN dan swasta. "Perpres Jasa Konstruksi disebutkan di bawah Rp50 miliar BUMN tidak boleh ikut. Saya tidak membuat regulasi formal lagi karena sudah ada dalam perpres," kata Basuki.

Tetapi, kata Basuki, secara teknis nantinya Kementerian PUPR akan mederegulasi terkait pembuatan tembok precast untuk konstruksi. Dalam deregulasi tersebut BUMN tidak menggunakan precast yang dibuat sendiri untuk kebutuhan proyeknya.

"Soal precast ini, saya mengatur semua BUMN supaya bisa mencetak sendiri. Tapi kalau mereka dari hulu sampai hilir maka swastanya akan ketutup. Itu kita akan atur," jelas Basuki.

Lebih lanjut kata Basuki, tidak semua proyek infrastruktur yang sedang dan sudah berjalan saat ini dikerjakan oleh BUMN. Dia mencontohkan beberapa proyek jalan tol yang dikerjakan oleh swasta seperti Jombang-Kertosono yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo.

"Yang di Mojokerto yang bangun dari Astra, Merak-Jakarta, Cipali sudah. Tol Balaraja ada lebih dari lebih dari berapa ratus kilometer itu Astra. Termasuk yang baru Serang-Panimbang dikerjakan oleh swasta. Jalan tol merupakan bisnis jangka panjang. Memang swasta-swasta yang serius (yang bisa), kalau enggak akan berguguran," ujar Basuki.

Karena itu, ia berharap para pengusaha swasta tertarik untuk membangun infrastruktur di Indonesia.

"Saya kira menyangkut infrastruktur. Baik itu seaport, bandara, jalan tol, bendungan, rumah irigasi, energi. Semua saya kira berharap bisa menjadikan refleksi gambaran optimisme bisnis infrastruktur di Indonesia," kata Basuki. (X-12)

Komentar