Megapolitan

Posisi di Bawah Tanah, MRT akan Dijadikan Objek Vital Nasional

Rabu, 13 September 2017 17:03 WIB Penulis: Selamat Saragih

MI/ARYA MANGGALA

TRANSPORTASI massal berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) akan dijadikan objek vital nasional (obvitnas). Sebab, posisinya berada di bawah tanah maka wajib dilindungi agar tidak mudah dirusak oknum tidak bertanggung jawab.

“MRT itu obvit (objek vital). Terutama yang di bawah tanah,” kata Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/9).

Untuk itu, lanjut Djarot, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menentukan titik objek vital MRT yang wajib dijaga dari tangan-tangan iseng dan jahil.

“Makanya kami sedang susun dengan pihak kepolisian. Kan kita dengan kepolisian punya hubungan baik. Kami akan kerja sama lagi untuk penentuan objek vital di MRT itu,” ujar Djarot.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, William P Sabandar mengatakan, tim Polri telah melakukan kunjungan ke proyek konstruksi MRT. Dari kunjungan tersebut akan ditindaklanjuti dengan kerja sama menjadikan MRT Jakarta sebagai obvitnas.

“Prosesnya kita masih berkoordinasi. Kami melaporkan ke Pak Gubernur bahwa tim dari kepolisian sudah melihat dan proses administrasinya akan dilanjutkan. Nanti gubernur akan berkirim surat kepada Kapolri dan Kementerian Perhubungan. Kemudian mungkin ditindaklanjuti dengan Mou antara Gubernur dan Kapolri,” kata William.

Alasan MRT Jakarta dijadikan obvitnas, lanjutnya, karena pemerintah menilai MRT Jakarta merupakan vital secara nasional sehingga perlu dilindungi.

“Jadi memang sarana-sarana negara yang dianggap vital secara nasional itu perlu dilindungi. Pada saat MRT nanti beroperasi, kan harus ada aspek-aspek pengamanan. Nah itu seperti apa, itu yang perlu dibicarakan. Jadi sudah kita mulai sedini mungkin, 1,5 tahun sebelum MRT beroperasi,” ujarnya. (OL-6)

Komentar