Nusantara

Cimahi Darurat Air Bersih

Rabu, 13 September 2017 14:55 WIB Penulis: DG

ANTARA

SELURUH wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat, dilanda kekeringan, dan krisis air. Masyarakat di berbagai wilayah sibuk mencari air, baik dari rumah warga, kantor
kelurahan maupun PDAM yang masih mempunyai persediaan air bersih.

Zaenal Hamzah ,37, warga Kampung Babakan Utama, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan mengaku rela antri berhari-hari demi mendapatkan air bersih dari rumah warga lain yang memiliki sumur artesis.

"Krisis air bersih sudah terjadi dua minggu lalu, warga di sini jarang kebagian penyaluran air bersih kalau sedang musim kemarau. Terpaksa saya cari bantuan ke warga lain yang stok airnya masih ada, tapi ga bisa minta cuma-cuma soalnya tetap bayar buat mengganti biaya listrik yang punya rumah," kata Zaenal, Rabu (13/9).

Ado ,56, warga Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan juga harus meminta air ke kantor kelurahan. Tiga kali sehari, Ado bersama warga lainnya mengantri, sekali antri, mereka bisa membawa air 5 hingga 10 jerigen untuk digunakan mandi, cuci dan kakus.

"Sumur sudah kering, air PDAM juga tidak mengalir, tapi di kelurahan ada sumur artesis, airnya banyak. Sekali mengambil, airnya dicukup-cukupkan, kalau buat minum dan memasak pakai air isi ulang saja," tuturnya.

Krisis air bersih juga dialami warga di wilayah Cimahi Utara, air di wilayah sana sudah tidak mengalir sejak pertengahan bulan Agustus lalu. "Kekeringan sudah terjadi tiga minggu lalu, terakhir air mengalir waktu Idul Adha lalu, tapi mengalirnya kecil, itu pun terbatas, hanya tiga jam," ucap Josua, warga Puri Cipageran, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.

Menurut dia, sulitnya mendapatkan air bersih bukan kali ini saja terjadi namun setiap musim kemarau panjang. Untuk mencukupi kebutuhan air, ia bersama warga lain terpaksa harus mendatangi tangki pengisian air milik PDAM.

"Jadi sudah terbiasa, kalau kemarau panjang pasti seperti ini. Tapi anehnya kekurangan air cuma di beberapa blok saja, di blok lain masih ada yang ngalir," katanya.

Musim kemarau yang menimbulkan kekeringan di hampir seluruh wilayah dibenarkan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Cimahi. Berdasarkan data yang dimilikinya, krisis air bersih musim kemarau tahun ini melanda lebih dari 4.000 jiwa.

Kepala BPBD Kota Cimahi, Dani Bastian mengatakan, pihaknya secara bertahap sudah menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat yang membutuhkan.

"Sekarang kami sudah mulai menyuplai air, dikoordinasikan dengan UPT Air Minum," ungkap Dani ketika dikonfirmasi. (OL-5)

Komentar