Ekonomi

PLN Dapat Geothermal Fund untuk 6 WKP

Rabu, 13 September 2017 14:22 WIB Penulis: Gabriela Jessica Restiana Sihite

Ilustrasi

PT PLN (persero) mendapat tugas untuk menggarap energi panas bumi. Sebanyak enam wilayah kerja panas bumi (WKP) yang ditugaskan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada PLN.

Guna menggarap WKP tersebut, PLN mendapat geothermal fund (pembiayaan pembangunan energi panas bumi) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Pembiayaan itu akan digunakan untuk proses eksplorasi sumur.

"Pembiayaannya dari alokasi geothermal fund yang ada di SMI untuk tahap eksplorasi," papar Direktur Pengadaan Strategis I PLN Nicke Widyawati usai penandatanganan Kerja sama Pendanaan untuk Pengembangan Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) antara PLN dan SMI di Jakarta, Rabu (13/9).

Nicke menyebut nilai proyek seluruh WKP itu mencapai US$640 juta. Namun, besaran geothermal fund untuk ekplorasi yang akan digelontorkan belum didiskusikan lebih rinci oleh SMI dan PLN.

"Pokoknya kami mau mengoptimalkan geothermal fund yang dimiliki SMI," tukasnya.

Adapun total kapasitas listrik dari 6 WKP yang akan digarap PLN mencapai 160 megawatt (mw). Enam WKP itu berlokasi kebanyakan di Nusa Tenggara Timur, yakni 3 lokasi. Selain itu, WKP yang ditugaskan ke PLN ada di Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Secara total, pembangkit listrik berbahan energi baru dan terbarukan (EBT) yang dioperasikan PLN mencapai 12% dari kapasitas terpasang atau sekitar 6.480 mw.

Dalam proyek ini, PLN tidak hanya membeli listrik, tetapi juga akan membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Menurutnya, proses demikian bisa mempercepat pembangunan pembangkit listrik EBT.

Pasalnya, selama ini pengembangan pembangkit EBT terkendala lambannya negosiasi tarif listrik antara investor pembangkit dan PLN selaku pembeli listriknya

"Selama ini kan lamanya di situ. Makanya, pemerintah mengubah regulasi supaya tidak lama lagi pengembangan EBT ini," kata Nicke.

Karenanya, PLN akan membuka kesempatan kepada para investor untuk ikut menggarap enam WKP.

"Kita buka lebar, sharing saham di proyek juga nantinya," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Yunus Saifulhak menyebut pemerintah telah mengalokasikan geothermal fund sebesar Rp3 triliun. Dana tersebut dikelola SMI dan belum termasuk pembiayaan dari Bank Dunia sebesar US$55,25 juta.

Ia mengatakan pemerintah sengaja mengalokasikan geothermal fund untuk mendorong pemanfaatan panas bumi yang saat ini masih minim di Indonesia.

"Dana itu memang diprioritaskan untuk eksplorasi panas bumi dulu karena memang proses itu sangat memakan biaya dan sulit mendapatkan pembiayaan. Kalau sudah dapat sumurnya, pasti investor baru akan berbondong-bondong masuk," tukas Yunus. (OL-6)

Komentar