Ekonomi

Pembenahan Transportasi Umum Bakal Kurangi Pengunaan Mobil Pribadi

Rabu, 13 September 2017 13:33 WIB Penulis: MICOM

MI/ARYA MANGGALA

PEMBENAHAN transportasi umum, bila dilakukan dengan baik dan tepat serta hasilnya benar-benar manusiawi, niscaya ke depannya bakal mengurangi tingkat penggunaan kendaraan seperti mobil pribadi sehingga akan mengatasi kemacetan.

"Kalau angkutan umum baik dan layak maka tidak akan ada lagi orang yang menggunakan mobil pribadi," kata Anggota Komisi V DPR RI Rendy Lamadjido di Jakarta, Rabu. Politisi PDIP itu mengingatkan bahwa pada sejumlah negara maju di luar negeri, banyak warganya yang memutuskan untuk lebih menggunakan angkutan umum.

Ia juga mencontohkan bahwa pada beberapa negara di Eropa, penggunaan mobil pribadi dinilai lebih mahal sehingga masyarakat di sana lebih memilih angkutan massal seperti kereta.

Dengan demikian, lanjutnya bila angkutan umum yang ada memang telah tersedia secara nyaman maka otomatis warga juga pasti akan lebih memilihnya dan meminggirkan kendaraan pribadi mereka.

Sebelumnya, Ketua Komisi V DPR Farry Djemi Francis menyayangkan putusan Mahkamah Agung (MA) yang mencabut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26/2017 terkait dengan regulasi angkutan daring, karena dinilai akan menimbulkan kevakuman hukum.

"Sangat disayangkan peraturan yang sudah dibuat kajian dan sudah lama disosialisasikan melalui uji publik dengan melibatkan semua komponen termasuk aparat, ternyata kemudian dicabut oleh MA," kata Farry.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, hal tersebut benar-benar sangat disayangkan karena akan menimbulkan kevakuman hukum terkait dengan legalitas angkutan daring pada saat ini.

Untuk itu, ujar dia diharapkan Menteri Perhubungan ke depannya bakal mengeluarkan regulasi yang betul-betul melalui kajian yang komprehensif. Ia juga mempertanyakan dengan putusan tersebut, apakah pihaknya perlu untuk merevisi UU Lalu Lintas dalam rangka mengatasi kevakuman hukum tersebut.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sejumlah kesempatan menegaskan bahwa pembangunan transportasi terus dikejar dan diperkuat termasuk di daerah terpinggirkan.(Ant/OL-3)

Komentar