Internasional

RI Mulai Kirim Bantuan ke Pengungsi Rohingya

Rabu, 13 September 2017 05:54 WIB Penulis: AFP/Mtvn/Ant/Ire/X-11

Warga Rohingya menggendong kerabatnya saat tiba dari Rakhine, Myanmar, setelah menyeberangi Sungai Naf di Teknaf, Bangladesh, kemarin. -- AFP Photo/Munir Uz Zaman

PRESIDEN Joko Widodo hari ini melepas bantuan untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh. Bantuan dikirim dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan pesawat TNI-AU.

“Insya Allah. Besok (hari ini) tanggal 13 toh? Insya Allah,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bantuan Indonesia untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh telah siap untuk dikirim dalam beberapa kali penerbangan.

“Kepada Menlu Bangladesh, saya sampai­kan bahwa bantuan kita siap dalam waktu dekat ini,” ujar Menlu Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

“Bantuan lebih dulu ke Bangladesh karena menampung pengungsi cukup banyak,” kata Retno.

Ia menyebutkan jenis bantuan disiapkan secara cermat setelah Indonesia melalui Duta Besar RI di Dhaka Rina Soemarno berkoordinasi dengan pemerintah Bang­ladesh dan pihak terkait.

“Hal yang dibutuhkan antara lain beras, selimut, pakaian, alat kebersihan, baju anak-anak. Kita kirimkan bantuan sesuai yang diperlukan di lapangan,” ucapnya.

Ditambahkannya, tim perintis sudah sampai di Bangladesh untuk persiapan pendaratan pesawat pembawa bantuan dari Indonesia menuju Chittagong, sekitar 120 km dari pusat pengungsi di Kota Cox Bazaar.

“Bantuan tidak hanya satu kloter. Kloter besok rencananya empat Hercules. Untuk kedua dan ketiga rencananya kami bahas lebih lanjut lagi, cuma beda waktu­nya. Tidak akan jauh satu dengan yang lain,” kata Retno.

Sementara itu, PBB kemarin menyatakan jumlah pengungsi di Bang­ladesh telah mencapai sekitar 370 ribu orang.

“Angka itu bisa bertambah karena masih banyak yang dalam perjalanan atau bertahan di tengah jalan,” kata juru bicara badan pengungsi PBB, Joseph Tripura.

Bangladesh sendiri berencana memindahkan pengungsi ke pulau terpencil, Thengar Char atau Bhashan Car, di muara Sungai Meghna. Pulau itu telah diusulkan menjadi lokasi penampungan sejak 2015, tetapi kerap dilanda banjir.

Dhaka juga telah mendirikan kamp baru seluas 800 hektare untuk menampung sekitar 250 ribu pengungsi di dekat Cox’s Bazaar. Namun, eksodus yang membengkak membuat pembangunan fasilitas seluas 10 ribu hektare di Bhashan Char dipercepat.

Dalam pertemuan sebelumnya dengan para diplomat dan pejabat PBB, Menlu Bangladesh AH Mahmood Ali telah meminta bantuan internasional untuk mengangkut peng­ungsi ke Bhashan Char. (AFP/Mtvn/Ant/Ire/X-11)

Komentar