Internasional

Parlemen tentang Referendum Kurdi

Rabu, 13 September 2017 09:15 WIB Penulis:

AFP/SHWAN MOHAMMED

PARLEMEN Irak melakukan pemungutan suara, kemarin, untuk menentang rencana referendum yang akan digelar para pemimpin suku Kurdi. Menurut rencana, referendum akan dilaksanakan bulan ini.

Seperti diketahui, pelaksanaan referendum didorong aksi walkout para perwakilan suku Kurdi yang ikut dalam pembuatan undang-undang. Menurut juru bicara dari kelompok Arab Sunni, Salim al-Juburi, pemungutan suara memerlukan peran pemerintah dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi kesatuan dan persatuan di Irak.

Selain itu, kehadiran pemerintah dibutuhkan untuk membuka ruang dialog yang serius dengan para pemimpin Kurdi. Sebelumnya, pada Juni lalu, pemimpin Irak Kurdi, Massoud Barzani, bersama wakil-wakil dari berbagai daerah mengumumkan rencana referendum.

Sejak saat itu, negara-negara Barat dan sejumlah negara di Timur Tengah termasuk Turki dan Iran telah mengambil sikap sebagai oposisi menyikapi rencana itu. Meski begitu, Sekretaris Jenderal Irak Kurdi berkukuh akan melaksanakan referendum sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Dalam merespons hal itu, pada Senin (11/9), pemerintah Turki memanggil kepala otonomi daerah Irak Kurdis untuk membatalkan rencana referendum untuk kemerdekaan warga Kurdi. (AFP/*/I-4)

Komentar