Polkam dan HAM

KPK Memandang Wewenang SP3 Sebuah Kemunduran

Selasa, 12 September 2017 16:12 WIB Penulis: Dero Iqbal Mahendra

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

MUNCULNYA wacana penambahan kewenangan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi dalam hal wewenang mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) ditolak oleh Ketua KPK Agus Rahardjo.

Belum lama ini usulan tersebut diusulkan oleh beberapa pihak, termasuk Partai NasDem dan juga PAN. Usulan tersebut rencananya akan dimasukkan melalui revisi UU KPK. Para pengusull beralasan penambahan wewenang tersebut akan memperkuat KPK.

Akan tetapi Agus menilai bahwa KPK tidak membutuhkan kewenangan tersebut. Selain itu menurutnya dengan adanya penambahan kewenangan tersebut justru akan menjadi sebuah kemunduran bagi KPK.

Dirinya justru khawatir dengan adanya wewenang tersebut akan justru membuat KPK ceroboh dan tidak hati-hati dalam penanganan kasus korupsi.

"Kalau ada tambahan kewenangan itu saya justru khawatir kita tidak akan hati hati nantinya. Bisa sembarangan menentukan orang (sebagai tersangka) kemudian nanti didihentikan melalui SP3," ungkap Agus di Jakarta, Selasa (12/9).

Ia memandang kondisi KPK tanpa adanya wewenang SP3 merupakan kondisi yang jauh lebih baik tanpa wewenang tersebut. Dengan tanpa kewenangan SP3, pihak KPK akan jauh lebih berhati-hati dalam menentukan tersangka dan tidak sembarangan membawa orang dalam suatu kasus.

"Kalau saya melihat dengan adanya SP3 justru itu menjadi kemunduran dari KPK. Saya yakin kalau ada kewenangan SP3, conviction rate kita tidak 100%. Saya yakin itu," ungkap Agus.

Conviction rate atau tingkat keberhasilan pendakwaan pemidanaan kasus korupsi di KPK sejauh ini mencapai 100% dan termasuk yang terbaik di dunia.

Sebelumnya wacana pemberian hak mengeluarkan SP3 bagi KPK bukan sekali ini dilontarkan.

Sejauh ini wewenang mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) hanya dimiliki Kepolisian dan Kejaksaan Agung. Melalui SP3 itu, lembaga Kepolisian dan Kejaksaan bisa menghentikan pengusutan kasus kejahatan meski sudah masuk tahap penyidikan. (OL-6)

Komentar