Sepak Bola

Laga Terakhir Jadi Penentu

Selasa, 12 September 2017 05:45 WIB Penulis: Nurul Fadillah

DOK AFF

TIMNAS U-19 Indonesia harus menelan pil pahit pada laga ketiga ajang Piala AFF U-18 di Myanmar. Saat menghadapi Vietnam dalam lanjutan penyisihan Grup B di Stadion Thuwunna, Yangon, kemarin, tim 'Garuda Nusantara' menyerah tiga gol tanpa balas. Bagi Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan, itu menjadi kekalahan pertama dalam tiga laga yang sudah dimainkan. Sebelumnya, Indonesia meraih poin maksimal setelah menekuk Myanmar 2-1 dan menang telak 9-0 atas Filipina.

Gagal mendulang poin dari Vietnam membuat Indonesia baru mengumpulkan 6 poin. Vietnam yang kini memimpin klasemen dengan 9 poin memastikan lolos ke semifinal. Indonesia sementara menempati peringkat tiga di bawah Myanmar yang berada di posisi dua. Meski memiliki poin sama dengan Myanmar, Indonesia kalah selisih gol dari tuan rumah yang di laga ketiga menang 7-0 atas Filipina.

Walau menempati peringkat tiga, Indonesia masih memiliki peluang besar lolos ke semifinal. Di laga terakhir, Indonesia akan menghadapi tim lemah Brunei Darussalam. Jika mampu menang atas Brunei dan di laga lain Myanmar gagal meraih poin maksimal saat menghadapi Vietnam, Indonesia akan lolos dengan predikat runner-up.

Tidak maksimal
Dalam menghadapi Vietnam, penampilan Indonesia sejatinya tidak terlalu buruk. Sejumlah peluang mampu diciptakan, tapi gagal berbuah gol karena solidnya pertahanan Vietnam. Petaka bagi Indonesia terjadi menit ke-37 ketika kiper utama Muhammad Riyandi harus menepi karena cedera dan digantikan Muhammad Aqil Savik. Hanya berselang 4 menit setelah Riyandi keluar lapangan, gawang Indonesia mampu ditembus Vietnam melalui Le Van Nam.

Setelah tertinggal satu gol, 'Garuda Nusantara' makin meningkatkan tempo serangan. Sayangnya, justru Vietnam yang kembali menambah keunggulan melalui Van Nam dengan golnya di menit ke-45. Di babak kedua, Indonesia kembali mencoba membongkar barisan pertahanan Vietnam. Namun, semua serangan yang dilakukan selalu gagal. Bahkan, 4 menit menjelang laga usai, gawang Indonesia kembali bergetar melalui Bui Hoang Viet Anh.

Pelatih timnas U-19 Indra Sjafri mengakui permainan timnya kali ini tidak maksimal, khususnya di barisan pertahanan dan organisasi antarpemain. "Feby Eka Putra tidak dimainkan karena mengalami demam. Jadi kita ubah formasi beberapa jam sebelumnya. Para pemain depan juga kurang maksimal. Makanya kami dorong Egy jadi striker di babak kedua," ujar Indra. "Babak kedua kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi anak-anak belum dapat membongkar pertahanan Vietnam. Vietnam memang lebih baik daripada kita di laga ini," imbuh Indra.

Tentang laga melawan Brunei, Rabu (13/9), Indra belum bisa memastikan apakah Riyandi bisa kembali berdiri di bawah mistar gawang. "Kita akan tahu dia harus beristirahat berapa lama setelah menjalani pemeriksaan nanti," imbuhnya. Di sisi lain, Egy Maulana mengucapkan permohonan maaf tidak mampu meraih kemenangan atas Vietnam.

Namun, ia dan pemain lain bertekad meraih kemenangan melawan Brunei untuk menjaga peluang lolos ke semifinal. "Vietnam pintar membaca dan menahan permainan kita. Pertahanan mereka sangatlah rapat. Melawan Brunei di laga selanjutnya, kita memang wajib menang demi menjaga asa lolos ke semifinal," tandas Egy. (AFF/R-2)

Komentar