BIDASAN BAHASA

Kata Mendua

Ahad, 10 September 2017 04:01 WIB Penulis: Meirisa Isnaeni/Staf Bahasa Media Indonesia

google.com

SERING kali kata berbeda dengan realisasi maknanya. Pemaknaan kata pada satu kata ternyata dapat berbeda dengan arti sesungguhnya yang ada di Kamus. Maksudnya A ternyata bermakna B. Misalnya, kata kompatriot. Contohnya, Neymar (Brasil) dinilai bisa beradaptasi cepat dan langsung nyetel dengan kompatriot barunya di lini depan, yakni Cavani (Uruguay) dan Angel Di Maria (Argentina). Rekan setim Higuain di Juventus, Alex Sandro (Brasil), percaya kompatriotnya, Higuain (Argentina), itu akan dapat mengatasi tekanan suporter tuan rumah dalam laga malam nanti, dan Kompatriot Lucas Moura (Brasil), Marco Verrati (Italia), tidak ingin buru-buru mengucap kata menyerah.

Penggunaan kata kompatriot dalam konteks itu kurang tepat. Sebabnya, kata kompatriot dalam kalimat itu seolah bermakna rekan satu tim yang berbeda negara. Padahal, makna yang sebenarnya bukanlah itu.

Dalam KBBI Edisi V, kata kompatriot berarti teman setanah air, sebangsa, atau senegara. Hal itu bisa dilihat pada contoh (1) Neymar berkebangsaan Brasil, sedangkan Cavani erkebangsaan Uruguay dan Angel Di Maria bernegara Argentina. Begitu pula pada contoh (2) Higuain berkebangsaan Argentina, sedangkan Alex Sandro berkebangsaan Brasil. Pada contoh (3) Lucas Moura berkebangsaan Brasil, sedangkan Marco Verrati berkebangsaan Italia. Dengan demikian, jelas bahwa penggunaan kata kompatriot dalam contoh itu tidaklah sesuai.

Selain itu, salah kaprah yang hampir serupa juga terjadi pada kata silaturahim dan ukhuwah. Istilah silaturahim berasal dari kata dalam bahasa Arab, yakni silah yang artinya 'menyambungkan' dan rahim yang artinya 'kasih sayang dan pengertian'. Jadi, kata silaturahim mempunyai makna menyambungkan tali persaudaraan kandung yang putus, atau bisa juga menyambung sanak famili yang masih terikat dalam hubungan darah dan nasab.

Sementara itu, ukhuwah mempunyai arti yang lebih luas daripada silaturahim. Dalam KBBI, kata ukhuwah berarti persaudaraan: Perlu ditingkatkan rasa ukhuwah di antara sesama anggota masyarakat. Dengan kata lain, ukhuwah berarti menyambung tali persaudaraan yang bukan saudara sekandung dan sifatnya lebih luas. Namun, kenyataannya selama ini masyarakat kerap mengartikan silaturahim berarti menyambung tali persaudaraan, baik saudara sekandung maupun tidak. Artinya, masyarakat menggunakan kata silaturahim untuk mewakili kata ukhuwah. Contoh pada kalimat Bagi PDIP, kehadiran Jokowi di Rakernas Projo bentuk silaturahim (Kompas.com, Selasa 5/9). Silaturahim Idul Fitri, Luhut dan elite Partai Golkar Temui Setya Novanto (Tribunnews.com, Minggu 25/6),

Mendagri selenggarakan buka puasa bersama pererat silaturahim (Kemendagri.go.id, Sabtu 2/7/2016). Pada contoh 1, jelas sekali bahwa tidak ada hubung an darah atau nasab antara Jokowi dan Projo, sedangkan pada contoh 2 juga jelas bahwa Luhut dan Partai Golkar tidak punya hubungan nasab. Sementara itu, pada contoh 3 pun jelas tidak ada ikatan darah dan nasab antara Mendagri Tjahjo Kumolo dan Kemendagri.

Dengan demikian, sebenarnya kata yang tepat untuk mengganti kata silaturahim pada contoh itu ialah ukhuwah. Cakupan pada contoh itu bukanlah ikatan darah atau nasab, melainkan partai dan lembaga kepemerintahan.

Komentar