Polkam dan HAM

Dua Sandera Bebas berkat Upaya Diplomasi

Sabtu, 9 September 2017 10:33 WIB Penulis: MI

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi keterangan terkait pembebasan dua WNI yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf---MI/BARY FATAHILLAH

PEMBEBASAN dua WNI yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina dilakukan dengan mengedepankan kerja sama militer. Kedua korban pun dinyatakan dalam kondisi sehat dan kini tinggal menunggu kepulangan ke Tanah Air.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan pembebasan itu tidak menggunakan uang tebusan. Kedua WNI yang berdomisili di Majene, Sulawesi Barat, itu diketahui bernama Saparudin bin Koni dan Syawal bin Mariam.

"Tidak ada negosiasi untuk ganti rugi, uang tebusan. Saya jamin, tetapi itu (pembebasan) ialah upaya diplomasi. Tidak ada negosiasi untuk ganti rugi, tidak ada," ujar Gatot kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, kemarin (Jumat, 8/9).

Menurut dia, pembebasan dua WNI dilakukan melalui kerja sama antara TNI dan angkatan bersenjata Filipina (AFP). Gatot pun tak lupa mengucapkan terima kasih atas upaya gigih yang telah dilakukan pihak militer Filipina.

"Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada partner TNI, yakni Armed Force of the Philipines (AFP) yang telah menyelamatkan dua sandera kita," ujar dia.

Kedua WNI disandera Abu Sayyaf sejak 19 November 2016. Keduanya dibebaskan oleh Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) untuk langsung dievakuasi ke rumah sakit di Zamboanga untuk mendapat perawatan medis.

Keduanya akan diserahkan Komando Militer Mindanao Wilayah Barat kepada Atase Pertahanan RI di Filipina Kolonel (P) Asep Syaefudin.

Dengan dibebaskannya dua WNI itu, kini tersisa lima WNI masih disandera Abu Sayyaf di Pulau Jolo, Mindanao. Diharapkan dalam waktu dekat seluruh korban bisa diselamatkan.

"Yang 5 (sandera) masih dalam proses pembebasan. Ini harus benar-benar dilakukan dengan teliti dan aman agar jangan sampai kita salah langkah dan justru sandera kita yang celaka," imbuh Gatot.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menbenarkan kedua WNI tersebut kini berada di markas <>joint task force di Sulu, Filipina guna menjalani pemeriksaan kesehatan.

Kedua ABK kapal ikan Malaysia Madai II Kunak itu diculik pada pertengahan November 2016 di perairan Batu Lahat, Sabah, Malaysia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir mengatakan seluruh WNI yang masih disandera dalam kondisi baik.

"Saat ini WNI yang disandera lokasinya berpindah-pindah meski kadang juga jumlahnya dipecah. Akan tetapi, masih dalam lokasi yang sama. Informasinya juga bahwa keadaan para sandera kini dalam kondisi yang baik," kata Arrmanatha.

Atase Pertahanan Kolonel Laut Asep Syaefudin juga menyampaikan terima kasih kepada militer Filipina yang telah membebaskan kedua WNI dari kelompok Abu Sayyaf pada Kamis (7/9). "Kami berterima kasih atas pembebasan sandera ini." (Gol/Ant/P-4)

Komentar