Polkam dan HAM

Indonesia Masuki Bursa Calon Dewan Keamanan PBB

Sabtu, 9 September 2017 10:22 WIB Penulis: MI

AP/Mosa'ab Elshamy

INDONESIA gencar menyosialisasikan diri dalam agenda pencalonan Anggota tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2019-2020. Kampanye dilaksanakan oleh kedutaan-kedutaan besar RI (KBRI) di sejumlah negara, seperti Belanda, Austria, dan Jerman.

KBRI Belanda di Den Haag, Belanda, memasang spanduk bertuliskan Indonesia as a true partner for world peace (Indonesia sebagai mitra sejati untuk perdamaian dunia).

Pernyataan dalam spanduk itu menggambarkan konsistensi dan peran aktif RI dalam mencapai prinsip dan tujuan Piagam PBB serta dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Lebih dari 800 undangan, yang terdiri atas duta besar dan kalangan korps diplomatik, pejabat dari berbagai institusi pemerintah Belanda, mitra kerja organisasi internasional, hadir dalam sosialisasi yang dibalut dalam bentuk resepsi diplomatik, kemarin.

Tokoh penting politik Belanda, anggota parlemen dan senat juga turut menikmati suasana resepsi diplomatik Indonesia yang diadakan KBRI Den Haag tersebut.

"Terima kasih atas dukungan dari pihak-pihak yang telah membantu pelaksanaan resepsi. Dukungan diperoleh baik dari perusahaan Indonesia maupun Belanda," kata Dubes RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja.

Dubes RI di Wina, Austria, Darmansjah Djumala, mengajak komunitas diplomatik serta perwakilan pemerintah dan parlemen di Austria untuk mendukung penuh pencalonan Indonesia.

Dalam pidatonya pada resepsi diplomatik yang diadakan KBRI Austria, Kamis (7/9), Djumala menegaskan Indonesia siap dan mampu memberikan kontribusi dalam upaya menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Sekitar 350 undangan yang terdiri kalangan pejabat pemerintah dan parlemen Austria, duta besar dan korps diplomatik, serta wakil dari organisasi internasional di Wina, hadir dalam resepsi itu.

Resepsi diplomatik juga digelar KBRI Jerman di Berlin. Dubes RI untuk Republik Federal Jerman Fauzi Bowo menyatakan Indonesia sejak merdeka berkomitmen untuk mewujudkan keadilan, perdamaian abadi dan ketertiban dunia.

Pada 1950-an, Indonesia memelopori negara Asia Afrika meraih kemerdekaan. RI aktif berperan di kegiatan perdamaian PBB, baik dalam bentuk misi penjaga perdamaian maupun resolusi konflik.

Saat ini Indonesia merupakan negara penyumbang terbesar ke-10 untuk misi penjaga perdamaian di dunia dengan lebih dari 2.867 tentara dan akan ditingkatkan menjadi 4.000 personel pada 2019.

Pemilihan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 akan dilaksanakan pada Juni 2018. Dewan Keamanan PBB terdiri atas lima anggota tetap, yakni Amerika Serikat, Inggris, Rusia, dan Tiongkok, ditambah 10 anggota tidak tetap yang dipilih tiap dua tahun. (Ant/P-1)

Komentar