KICK ANDY

Keliling Dunia Modal Tulis Dua Paragraf

Sabtu, 9 September 2017 01:46 WIB Penulis: M Taufan SP Bustan

MI/Sumaryanto Bronto

SETIAP orang pasti ingin liburan ke pelbagai destinasi wisata menarik.

Menginap di hotel berbintang dan mencicipi kuliner terbaik di setiap negara.

Apa lagi jika itu semua didapatkan secara gratis.

Itu yang dirasakan para travel bloger di Tanah Air.

Pergi ke pelbagai negara secara gratis, bahkan mereka mendapatkan bayaran dari kegiatan travelingnya ke sejumlah tempat.

Semua itu dirasakan travel bloger Bowo Hartanto sejak 2010.

Berawal dari hobi jalan-jalan dan menulis, pria yang akrab disapa Bowie ini menuangkan cerita dari setiap perjalannya ke dalam blog pribadinya.

Ia mengulas destinasi wisata, kuliner, budaya, hingga hotel-hotel berbintang yang berguna bagi para wisatawan yang tengah merencanakan liburan.

Semua ditulisnya dalam blog The Travel Jungkie dalam bahasa Inggris, agar informasi yang ia tulis dapat diakses oleh netizen dari pelbagai negara.

Kepiawaian Bowie dalam menuliskan membuat banyak orang yang menjadikan blognya sebagai referensi.

Sponsor pun mengundangnya melakukan perjalanan untuk mengulas tempat mereka.

Pria kelahiran Jakarta, 21 Desember 1983 itu kerap diundang menjadi pembicara, juri, dan dosen tamu untuk membagi kisah suksesnya sebagai travel blogger.

Alumnus Universitas Padjajaran Bandung itu memulai kiprahnya sebagai bloger saat kuliah.

"Dulu pas kuliah pengen kerja di TV. Nah iseng bikin blog, terus tiga bulan berjalan langsung terkenal. Disitu mulai banyak sponsor datang dari luar negeri," terangnya.

Buntung

Sulng dari tiga bersaudara itu tidak selalu beruntung.

Ia pernah kehabisan uang usai traveling di Pulau Bali, karena ditipu calo hingga diusir dari dalam bus.

"Jadi pas pulang dari Bali naik bus ke Solo. Pas sampai di Solo dapat calo, di situ ketipu. Bus yang masih jalan dan sampai di Ngawi saya diusir karena tidak bisa bayar akibat uang tidak ada, terpaksa turun. Padahal waktu di Bali saya menginap di hotel berbintang, setelah di Ngawi naik truk pulang," kenangnya.

Karena ambisinya yang tinggi, pengalaman pahit itu tidak mematahkan semangatnya.

Ia pun membuat konsep dan pemikiran baru, yakni menyasar pasar internasional, brand, dan domain pun tidak luput dari perubahan.

"Awalnya blog saya masih menggunakan tulisan bahasa Indonesia, karena ingin menyasar pasar Internasional harus diubah menggunakan bahasa Inggris," ucap Bowie.

Pasalnya sebelum berbahasa Inggris, blog Bowie yang berbahasa Indonesia mendapatkan kritik.

"Mereka bilang foto-foto bagus, tapi tidak mengerti. Dari situ kemudian saya mencoba menggunakan bahasa Inggris meskipun terbantu adanya google translet. Akhirnya jalan beberapa bulan, blog saya banyak yang suka hingga sponsor itu pun berdatangan," ungkapnya. Dan undangan pun mengalir dari berbagai pihak.

Tidak heran kemudian membuat Bowie makin mencintai pekerjaannya ini.

Tidak terasa sudah masuk tujuh tahun ia ngeblog.

"Dari 2010 ngeblognya, sudah masuk tujuh tahun. Semua itu saya lakukan ga keluar uang sama sekali," tegasnya.

Sampai saat ini, Bowie sudah hampir mengunjungi sejumlah negara di benua Eropa.

Seperti Turki, Belgia, Swedia, Amsterdam, Stockholm, dan beberapa negara lainnya.

"Aku nulis itu untuk sekarang paling panjang dua paragraf. Jadi ada turis, hotel yang tertarik kemudian undang saya ke negaranya lalu saya mereka bayar. Selain mereka banyak agensi asing juga mengejar untuk dituliskan destinasi yang ada di negara-negara mereka," ungkap Bowie.

Kreatif

Bowie mengaku kompetitor saat ini semakin banyak.

Kunci keberhasilan bloger ialah terus kreatif sehingga bisa menjaga pasarnya.

"Persaingan sekarang sudah banyak, harus selalu menciptakan hal-hal baru dan menjadi pembeda dengan kompetitor kita. Sehingga pasar tetap ada, kita pun masih terus mendapat penghasilan," ujarnya.

Bowie juga menjual space di blog-nya untuk iklan, menjual artikel, hingga menjual postingan di sosial media chanel, seperti facebook, twitter, dan instagram.

"Jadi blogku itu aku bikin semacam bisnis media. Lumayan pendapatannya. Karena lebih personal, orang bisa lebih dapat maksud kita sehingga mereka tertarik karena tidak sama dengan apa yang ditawarkan blog lain," sebut Bowie.

Saat ini Bowie dipegang oleh dua agensi luar negeri, Singapura dan Stockholm.

"Sekarang ada yang nyariin. Tapi kalau lagi ke pengen ke salah satu negara, saya tetap bikin proposal sendiri. Jadi hanya modal proposal dan email langsung dapat sponsor. Tidak menunggu lama, tiba-tiba email masuk. Lihat jadwal cocok, langsung berangkat," ujarnya.

Tidak hanya pengalaman bepergian kelas satu secara gratis, Bowie mengaku membuka pikirannya akan budaya luar negeri.

Dari sejumlah negara yang didatangai Bowie, Stockholm menjadi paling berkesan.

Mengapa, karena budayanya, orangnya, infrastruktur kotanya, musiknya, terus banyak teman-teman yang menerima Bowie di sana.

Kedepan, Bowie yang lulus dari Jurusan Komunikasi Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat ini akan mengembangkan bisnis perhotelan bersama istrinya.

Itu direncanakan untuk mengisi hari tuanya.

"Saya terinspirasi dengan teman. Dia bisnis hotel sekarang berkembang, nah saya mau buat juga. Karena itu cita-citanya buat hari tua, enak lah kalau sudah punya hotel sendiri, bisa urus sendiri," harapnya.

Dalam kesempatan ini, Bowie juga mengajak anak-anak muda yang ada di Indonesia untuk selalu kerja keras jika ingin mengikuti jejaknya sebagai Travel Blogger.

Ia hanya berpesan untuk tidak takut berbuat, update terus blognya, konsisten, dan Travel Blogger menjadi pekerjaan full time.

(M-4)

Komentar