KICK ANDY

Bepergian dengan Budget Super Minim

Sabtu, 9 September 2017 00:46 WIB Penulis: TB/M-4

MI/Sumaryanto Bronto

ADIS Takdos tidak menyangka hobinya jalan-jalan bisa menjadi sumber penghasilan.

Semua berawal dari niatnya mendokumentasikan perjalannya sebagai backpaker pada 2011 dalam blog www.whateverbackpacker.com.

Sesuai namanya, pria dengan nama lengkap Mochamad Takdis itu melakukan perjalanan dengan budget super minim.

Ia mewujudkan hobinya jalan-jalan tanpa menguras kantong, mulai dari membeli tiket promo, tidur di tempat umum, dan makan seadanya.

Akibat hobinya itu, Adis kerap bolos kuliah dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jawa Barat.

Ia pun terpaksa didrop out oleh pihak kampus.

Bukannya terpuruk, Adis kian serius menekuni dunia traveling.

Sejak 2012, Adis mulai mendesai backpack yang dia jual secara daring.

Tahun ini, tepatnya Maret, Adis mendirikan biro perjalanan bernama WhatTravel.

Pria kelahiran Bandung, 9 Mei 1990 itu mengawali perjalannnya ke Puket Thailand bermodalkan Rp800ribu.

"Jadi karena bosan kuliah setelah diDO itu, saya ke Puket. Itu destinasi pertama saya. Kebetulan ada tabungan berangkat," aku dia.

Ia pun menjadi ketagihan, hingga kini melakukan perjalanan hingga 17 negara.

Semua dilakukannya dengan uang pribadi tanpa menguras budget.

Saking iritnya, Adis pernah mengelilingi negara-negara di ASEAN dengan hanya membawa uang sebanyak Rp2,7 juta untuk 24 hari di enam negara.

"Jadi saya ke Vietnam, Singapura, Malaysia, Miyanmar, Kamboja, dan Thailand, itu semua cukup hanya dengan uang Rp2,7 juta," terangnya.

Agar tidak menguras budget, Adis mengaku irit makan, naik apa saja, dan tidur di mana pun.

"Kebetulan saya orangnya jarang makan jadi itu aman. Menggunakan transportasi umum kalau ada truk yang gratis kenapa tidak. Terus tidur di mana saja, saya itu pernah tidur di emperan jalan, bandara, taman, dan jarang sekali di hotel," kisahnya.

Tidak hanya luar negeri, Adis juga berkunjung ke berbagai destinasi di Indonesia.

"Ceritanya ada teman menang undian, yang menang dapat voucher tiket ke Raja Ampat, karena teman itu merasa mahal ke sana saya tawar deh tiketnya. Dari situ saya beli Rp1 juta, berangkat deh ke Raja Ampat," tuturnya.

Adis pun kehabisan uang yang dibawanya Rp680ribu.

"Uang yang saya bawa habis. Saya kemudian ingin membuka tenda di pantai kan, nah ada orang lagi yang datang. Setelah kita ngobrol dia ajak saya untuk tinggal di tempatnya, ternyata dia punya hotel. Dari situ aman deh saya, semuanya dapat gratis," jelasnya.

Bulan depan Adis berencana mengunjungi beberapa negara lagi.

Itu pasti ia akan lakukan karena bisnis travel wisatanya itu.

Adis berharap bisa membawa seluruh orang Indonesia jalan-jalan.

Komentar