Humaniora

Indonesia Incar Jatah Kuota Haji Negara Afrika

Kamis, 7 September 2017 09:41 WIB Penulis: Siswantini Suryandari

MI/Siswantini Suryandari

KUOTA jemaah haji Indonesia kembali normal pada tahun ini, menjadi 211 ribu jemaah. Jumlah tersebut masih ditambah 10 ribu jemaah dari hasil lobi khusus antara Presiden Joko Widodo dengan Raja Salman, sehingga mencapai 221 ribu jemaah.

Meski demikian, jumlah antrean calon jemaah haji di Tanah Air masih panjang. Daftar tunggu jemaah untuk diberangkatkan rata-rata 10-20 tahun. Bahkan di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, waktu tunggunya sekitar 35 tahun.

Untuk mengurangi daftar tunggu yang begitu panjang, pemerintah Indonesia akan kembali melobi pemerintah Arab Saudi agar kuota haji kembali ditambah. Sebab, ada beberapa negara Afrika yang kuota hajinya tidak terpakai.

Menurut Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Indonesia tengah mengincar kuota haji negara-negara Afrika yang tak terpakai. Ia manargetkan bisa mendapatkan kuota haji tambahan, sehingga kuota haji Indonesia bisa mencapai 300 ribu.

"Kami akan mintakan langsung kepada kerajaan. Skema kedua kita nego dengan negara anggota OKI untuk mengambil kuota yang tidak terpakai terutama di negara-negara Afrika. Dengan cara ini kita akan bisa menambah lagi kuota Indonesia," kata Agus usai melepas keberangkatan jemaah kloter satu Embarkasi Solo (SOC 01) di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (6/9).

Namun, penambahan kuota jika disetujui bukan tanpa persoalan. Di antaranya soal jumlah petugas haji Indonesia, tenda dan toilet di Mina.

Tahun ini, tenda di Mina menjadi sorotan serius pemerintah Indonesia karena jumlahnya terbatas. Akibatnya, banyak jemaah haji tidurnya desak-desakan di dalam tenda. Ditambah antrean panjang saat ke toilet karena jumlahnya juga terbatas.

Tenda di Mina dari tahun ke tahun selalu jadi pembahasan serius. Area Mina yang terbatas menjadi alasan pemerintah Arab Saudi sulit membangun tenda-tenda baru. Karena itu, Indonesia mengusulkan agar ada peningkatan bangunan di Mina. Termasuk bangunan toilet.

Usulan Indonesia adalah pembangunan toilet tingkat, terutama di wilayah Mina Jadid. "Pembangunan toilet bisa dua atau tiga tingkat," usul Agus Maftuh.

Selain itu, penambahan kuota jemaah haji juga harus dibarengi dengan penambahan jumlah petugas. Sehingga, pelayanan kepada jemaah bisa berjalan maksimal.(OL-3)

Komentar