Surat Pembaca

Panjangnya Antrean di Loket Stasiun Bogor

Kamis, 7 September 2017 09:39 WIB Penulis: Nadhifa Gaesani Warga Depok

ANTARA/ARIF FIRMANSYAH

PADA Minggu (3/9) sekitar pukul 13.30 WIB, kami tiba di Stasiun Bogor untuk tujuan kembali ke Depok. Untuk keperluan itu, sehari sebelumnya kami telah membeli tiket kereta jurusan Bogor untuk berangkat dan pulang. Namun ternyata, pada Minggu tiket tersebut tidak berlaku. Alangkah disayangkan.

Terus terang kami tidak tahu bahwa tiket pulang pergi hanya berlaku pada hari itu saja (satu hari yang sama). Akibatnya, saya harus mengantre begitu panjang, hampir 1 jam.

Ketika hal tersebut saya tanyakan ke penumpang lain, ternyata hal itu telah terjadi lama. Dalam benak saya, PT KAI kok betah sekali melihat antrean begitu panjang untuk mengisi tiket. Seharusnya mereka mencari solusi agar antrean tersebut tidak mengular.

Untuk menghindari antrean memang ada cara lain, yaitu membeli tiket terusan Rp50 ribu dengan saldo Rp30 ribu. Namun, tidak semua pengguna kereta akan menggunakan kereta untuk keesokan harinya. Contohnya saya, saya hanya sesekali saja ke Bogor menggunakan kereta agar menikmati liburan. Akibatnya, saya harus antre selama 1 jam. Antrean panjang itu membuat saya lelah. Saya saja yang terbi­lang masih muda kelelahan dalam antrean apalagi nenek yang ada di sebelah antrean saya dan dia berangkat seorang diri.

Permasalahan bukan sampai di situ, permasalahan muncul setelah sampai di depan mesin tiket. Tidak ada seorang pun pengawas di mesin tersebut. Padahal, berbagai permasalahan muncul di sana, mulai uang yang tidak bisa masuk akibat terlipat di dompet serta calon penumpang lansia yang tidak mengerti mengoperasikan pengisian tiket melalui mesin tersebut.

Akhirnya setelah ada yang meminta tolong, seorang pengawas datang dan membantu permasalahan tersebut. Kalau saja petugas tersebut menjaga di depan mesin tersebut, masalah-masalah yang timbul dalam mengoperasikannya segera tertanggulangi dengan segera sehingga tidak membuat antrean meng­ular.

Selain itu, belajar dari kejadian tersebut, saya mengusulkan kepada PT KAI agar tiket yang dibeli untuk pulang dan pergi jangka waktu berlakunya bisa 2 atau 3 hari bahkan seminggu kalau memang dirasa perlu.

Saya meminta PT KAI tidak membuat saya atau pengguna kereta api kapok menggunakan jasa transportasi ini akibat antrean dan mesin yang agak sensitif terhadap uang. Saya berharap PT KAI berupaya mencari solusi agar antrean di Stasiun Bogor tidak mengular dan semoga cepat mendapat jalan keluarnya.

Kirimkan keluhan dan komentar Anda tentang pelayanan publik ke e-mail: forum@mediaindonesia.com

Komentar