Kesehatan

MICS, Operasi Jantung dengan Sayatan Kecil

Rabu, 6 September 2017 06:20 WIB Penulis: (Ind/H-3)

thinkstock

OPERASI by pass jantung merupakan salah satu cara menormalkan kembali pasokan darah ke jantung yang sebelumnya terhambat oleh sumbatan di pembuluh darah jantung. Operasi itu umumnya dilakukan dengan membelah tulang dada untuk mendapatkan akses langsung ke jantung. Namun kini ada inovasi pembedahan jantung dengan irisan kecil yang disebut minimal invasive cardiac surgery (MICS).

Dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular Royman ­Simanjuntak dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jakarta, menjelaskan MICS merupakan teknik operasi jantung dengan irisan yang kecil. Teknik itu dilakukan menggunakan alat bantu scope berlampu yang dimasukkan ke rongga dada. Alat tersebut bisa memberikan ­gambaran kondisi organ jantung dan sekitarnya di layar monitor dengan jelas. Dengan panduan gambar live di monitor itu, dokter bisa melakukan berbagai jenis operasi jantung, termasuk by pass jantung.

“Praktiknya, dokter bedah akan membuka dinding dada sebelah kanan sebesar 5 sentimeter dengan posisi di antara tulang iga untuk memasukkan peralatan operasi,” ujar Royman. Ia menjelaskan keuntungan dari MICS antara lain luka pascaoperasi ukurannya kecil saja. Perawatan pasien setelah operasi pun menjadi lebih singkat. “Umumnya pasien sudah dapat beraktivitas normal sekitar tiga minggu setelah operasi.”

Selain itu, sambung dia, metode itu dapat mengurangi risiko infeksi pada pasien sebab irisan lukanya kecil. “Minimnya rasa sakit serta penyembuhan yang singkat membuat MICS menjadi pilihan pasien sekarang ini,” imbuhnya. Royman menyampaikan MICS dilakukan sebagai alternatif bedah jantung dengan menyesuaikan kondisi pasien. Menurut dia, selain dapat diterapkan untuk operasi by pass jantung, MICS bisa digunakan untuk operasi mengatasi kelainan katup jantung maupun kelainan jantung bawaan kongenital (bawaan dari bayi).

Akan tetapi, Royman menekankan tidak semua pasien dapat ditangani dengan prosedur MICS. Ada kontraindikasi yang harus diperhatikan. Pasien dengan otot dinding dada yang tebal atau berpayudara sangat besar, serta pasien yang terganggu paru-parunya tidak disarankan untuk menjalani operasi MICS. Teknik MICS, menurut dia, lebih sulit karena pada saat prosedur itu dilakukan, jantung tetap berdetak. Selain itu, akses lebih terbatas. “Oleh karena itu dibutuhkan ahli bedah jantung yang berpengalaman dalam melakukan teknik tersebut,” pungkasnya. (Ind/H-3)

Komentar