MI Muda

Fashiontastic untuk 72 Tahun Indonesia

Ahad, 3 September 2017 04:31 WIB Penulis: Hilda Julaika Jurusan Jurnalistik Universitas Padjadjaran

DOK DOTSBOX

Karya para desainer muda lokal yang terus berusaha eksis, jajanan-jajanan sedap, dan cendera mata yang kaya kisah, eksis di Pasar Nusantara 2017.

Model-model tinggi semampai silih berganti memamerkan aneka desain busana tertutup disertai warna putih yang dominan. Tiga desain busana itu merupakan karya desainer muda Sevi Irawan.

Sevi mengusung tema busana berkaitan dengan kemerdekaan Republik Indonesia, bertajuk Seputih Tulang. Maknanya, harapan untuk Indonesia, pada ulang tahun ke-72, terlahir kembali, terbebas dari penghakiman karena perbedaan.

Sevi menjadi salah satu dari desainer muda yang eksis dalam Fashiontastic 2017, Kamis (17/8). Ajang ini rangkaian gelaran Pasar Nusantara 2017 pada 10-20 Agustus 2017, di Pondok Indah Mall (PIM), Jakarta Selatan.

"Jadi memang itu aku bikin inspirasinya dari kemerdekaan. Aku berharap Indonesia kembali putih hatinya, jadi bersihlah dari noda-noda," ujar Sevi.

Fashiontastic 2017, kata Eka Dewanto, General Manager PIM, bertema Ragam karya. Ada peragaan busana yang terinspirasi dari kekayaan alam dan kultur Nusantara karya desainer ternama pun mereka yang masih merintis karier. Di antaranya, Ivan Gunawan, Barli Asmara, Mahadevi, Danjyo Hiyoji, Hengki Kawilarang, Musa Widyatmodjo, Zainal Songket serta desainer muda yang tergabung dalam DOTSBOX- The Designers' Hub, salah satunya Sevi. "Pasar Nusantara ini kami harapkan menambah rasa bangga masyarakat, terhadap kekayaan Indonesia sehingga mampu bersinergi mewujudkan bangsa yang kokoh dan saling menghormati," kata Eka.

Merah dan putih di busana

Semangat untuk Indonesia itu juga dilakukan Sevi dalam memilih inspirasi untuk pemilihan warna. Ia mengaku tergugah lirik lagu Kebyar-Kebyar, "Indonesia merah darahku, putih tulangku bersatu dalam semangatmu..."

"Saya selama ini memang banyak menggarap gaun, kali ini juga mengaplikasikan ciri khas feminin dan klasik. Untuk peragaan ini saya siapkan 2 minggu, untuk semua busana," kata Sevi yang tampil bersama para desainer muda lainnya yang tergabung dalam DoTs Box.

"Saya mendirikan DoTs Box sebagai bentuk kontribusi pengembangan desainer muda. Kami kesulitan dalam permodalan untuk mengeksekusi proyek, sehingga solusinya adalah membuat wadah yang menggabungkan para desainer, kini anggota kami ada 10," ujar Sevi yang kemudian bergabung dengan menyewa toko bersama.

"Otomatis berpengaruh terhadap harga barang yang akan dijual, bisa ditekan," ujarnya.

Rangkaian cerita

Istimewanya, pada Fashiontastic 2017, DoTs Box tampil dengan ide peragaan yang menyambungkan antara satu ide desainer dan lainnya dalam rangkaian cerita. "Kami tetap bebas menghasilkan karya busana sesuai dengan kreasi dan kekhasan masing-masing, namun dikemas dalam satu cerita di panggung," ujar Sevi yang menggandeng perancang senior seperti Aji Nitinegoro dan Musa Widiatmojo untuk memberikan mentoring.

Seperti pada rangkaian Pasar Nusantara 2017 yang diikuti kegiatan pameran, setiap kegiatan yang memungkinkan mereka menampilkan karyanya pada publik, anggota DoTsBoX berupaya eksis, baik dengan koleksi custom-made hingga ready-to-wear.

Di Fashiontastic 2017, ada pula anggota DoTs Box yang eksis dengan lerya-nya, Ditya Metharani yang juga bloger fesyen sekaligus fotografi. "Show adalah kesempatan mengembangkan talenta. Selain pergelaran busana, kami pun melakukan kegiatan amal bersama," ujar Ditya.

Usai menikmati karya-karya keren para desainer itu, ada pula jajanan Nusantara yang bisa dieksplorasi. Ada lebih dari 25 macam kuliner Nusantara ditampilkan dengan autentik di Skywalk Utara. Ada empal gentong, pecel pincuk, tempe mendoan, hingga es podeng.

Setelah jajan, mari beralih ke Galeri Nusantara, ada aneka produk yang lahir dari kekayaan kultur Indonesia, mulai batik, wayang, keris, hingga aneka dolanan anak Nusantara. Lokasinya di Atrium Street Gallery. Indonesia keren ya! (M-1)

Komentar