Film

Kesegaran Baru si Anak Emas

Sabtu, 2 September 2017 23:31 WIB Penulis: Retno Hemawati

DOK. FALCON PICTURES

KISAH perburuan harta karun selalu saja menarik jika dituturkan ulang melalui film. Dalam satu film Warkop DKI Reborn, baik pertama maupun kedua, temanya masih membahas tentang hal ini.

Hanya saja kali ini Anggy Umbara, sutradara film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2, mengemas trio kocak Dono (Abimana Aryasatya), Kasino (Vino G Bastian), dan Indro (Tora Sudiro) sebagai pelancong yang sedang berburu di negeri jiran, Malaysia. Di prekuelnya, mereka digambarkan sebagai anggota petugas keamanaan di organisasi CHIIPS (Cara Hebat Ikut Ikutan Pelayanan Sosial). Tugas mereka membantu menertibkan dan menjaga keamanan masyarakat.

Melanjutkan cerita lama, mereka mencari harta karun guna membayar tebusan agar trio ini tidak dipenjara. Ini merupakan jembatan bagi film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! part 1 dan 2.

Anggy seperti biasa tidak pernah rumit, dia mengemas cerita sederhana menjadi menarik. Awal kisahnya hanya tas yang tertukar. Tas yang berisi kode harta karun yang tertukar dengan tas milik perempuan asal Malaysia bernama Nadia (Fazura). Dari situ mereka bertiga ditambah dengan DKI’s Angel, Sophie (Hannah Al Rashid) dan Nadia memulai perburuan lengkap dengan petualangannya. Mereka menjelajah berbagai macam tempat dan menyeberang ke pulau terujung yang tidak pernah mereka pikirkan, sampai akhirnya mereka berada di sebuah pulau angker tak berpenghuni.

Di pulau tersebut mereka terpaksa berpisah. Kelucuan demi kelucuan otentik Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 mulai terasa.

Anggy menawarkan komedi yang menarik tawa meski tidak banyak mengekspose tubuh perempuan sebagai bahan candaan.

Mereka bertiga yang terpisah malah menghadapi hantu masing-masing, pocong, kuntilanak, dan hantu pohon. Twist demi twist tidak terduga akan terkuak dalam petualangan ini.

Malaysia

Ada dua pemain Malaysia yang banyak mencuri perhatian di film ini, selain Fazura, terdapat juga Nora binti Mohd Danish Hanif yang berlakon sebagai peneliti. Dia pernah juga mencuri perhatian dalam film Surga yang tak Dirindukan 2 (2017). Meski hanya scene di laboratorium dengan durasi relatif pendek, aktingnya cukup mumpuni.

Selain aktris utama dan beberapa aktor figuran asal Malaysia, sebagian besar latar film ini berada di negara tersebut. Anggy memang beralasan film ini akan diputar di berbagai negara di Asia Tenggara, tapi yakinlah, meski ini film Indonesia, rasa Indonesia-nya tidak sampai separuh.

Jangan patah hati dulu, si cerdik Anggy, mengakali keindonesiaan melalui film-film legendaris di masa lampau. Ia sangat berhasil menciptakan meta-joke. Meta-joke ini juga sering disebut sebagai meta-humor yang kemudian bisa dijelaskan, pendeknya ialah humor about humor.

Di sini, dia menghadirkan tokoh Rhoma Irama, Suzanna, dan Barry Prima dengan metode menghadirkan stock footage. Penonton kebanyakan tergelak. Rhoma Irama dengan baju kuning bergaya Elvis Presley dan quote-nya yang terkenal, “Bohong!”, Suzanna dengan adegan satenya, dan Barry Prima dengan adegan laganya. Anggy yang merupakan generasi Y awal, masih akrab dengan film-film lampau itu sehingga dapat menjadi frame of references-nya ditawarkan untuk penonton.

Tentu saja yang begini tidak ditemukan di film Warkop DKI yang asli. Ada juga adegan yang meniru aksi khas film The Ring yang fenomenal pada 2002, seseorang keluar dari sumur. Tapi coba tebak siapa yang akan muncul dari situ?

Kualitas humor

Secara kualitas humor, apa yang ditawarkan melalui Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 jauh lebih segar. Sudah layak dan sepantasnya Anggy mulai unjuk gigi di film ini setelah mampu membuktikan dirinya sukses membawa penonton bernostalgia dengan Warkop DKI di prekuelnya.

Hal lain, film ini tidak me­ninggalkan ciri khasnya untuk berbincang dengan dimensi keempat, yakni penonton. Anggy mempertahankan ciri khas ini dengan tujuan membuat penonton terganggu. Sedang asyik-asyiknya menonton, eh ditanya, eh diajak ngobrol. Penonton tidak lagi murni pasif.
Ensamble casts yang secara mekanis kejanya bagaikan kerincingan juga sukses. Obrolan ketiganya; Dono, Kasino, dan Indro selalu matang. Umpan lambung dari Indro, ditangkap Kasino, dan korbannya selalu Dono. Ini rumus. Rumus yang tidak apik kalau diubah.

Film yang berbudget promosi besar ini memang berupaya menyedot banyak penonton, secara strategi marketing, ajakan untuk ‘nonton sekampung’ memang unik dan kreatif. Eksekusi untuk promosi premier di lima kota dalam satu hari di luar dugaan dan mengejutkan banyak pihak. Tapi, jelas sambutannya luar biasa. Falcon Pictures tidak punya pilihan memang harus membuat film serial yang meraih penonton lebih banyak daripada prekuelnya yang ditonton 6,8 juta orang.

Pada hari pertama tayang, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 sudah menjadi anak emas di negeri sendiri, dengan total raihan penonton 300 ribu. Di hari kedua, exhibitor pun menggeber film ini dengan membuka 618 layar. Rasanya pantaslah kita bangga dengan apresiasi dan sambutan positif banyak pihak untuk film ini. (M-4)

Komentar