Teknopolis

Facebook Video Diprediksi Booming 2018

Jum'at, 1 September 2017 23:45 WIB Penulis: M Taufan SP Bustan

AFP PHOTO / LOIC VENANCE

PERKEMBANGAN video dalam dunia digital mulai mengalami peningkatan tahun ini. Mulai Twitter video, vlog di Youtube, atau Facebook video mulai marak digunakan masyarakat, bahkan diperkirakan semakin meningkat tahun depan. Business Lead-Telecom, Financial Service, Entertainment Facebook, dan Instagram, Giuliano Octavianos, mengatakan data penggunaan internet di Singapura sudah mencapai 83% berbanding 34% di Indonesia, dan 71% di Malaysia. Aktivitas di 'Negeri Singa' itu hampir semua berbasis internet.
Namun, aktivitas digital yang paling banyak pada 2016 ialah Facebook Messenger. Aplikasi pesan itu, lanjut Giuliano, dipilih untuk rekrutmen dan menjual produk karena lebih personal dan persuasif.

"Atau di Indonesia lebih mirip dengan aktivitas agen Oriflame di Facebook," katanya saat menjadi speaker di seminar Trend Digital 2018 dengan tema Are you ready to ride the wave yang digelar IM3 Ooredoo di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (29/8). Menurut Giuliano, ada beberapa hal yang menarik seputar tren digital menjelang akhir 2017. Apalagi, berbagai faktor infrastruktur dan karakteristik masyarakat digital di Indonesia. Giuliano mengaku media sosial buatan Mark Zuckerberg itu meniru Youtube. Di samping itu, Facebook video mampu menayangkan iklan dengan durasi 30 detik sehingga lebih menguntungkan secara korporasi.

"Durasi Facebook video lebih singkat daripada video Youtube. Padahal, durasi TVC di Facebook video sama dengan yang ada di Youtube. Facebook video perlahan tapi pasti akan menyaingi Youtube dan fokus video di media sosial akan terbagi secara frontal antara Youtube dan Facebook video," imbuhnya. Sementara itu, I4 Trainer, Digital Endorser, dan penulis buku, Nadia Mulya, mengaku menjadi terkenal saat ini tidak hanya melalui media mainstream. "Media sosial yang kita miliki, seperti Facebook, Instagram, dan Path, itu bisa membuat kita dikenal banyak orang. Bahkan bisa menjadi tempat penghasilan sampingan bagi kita," ungkapnya. Namun, Nadia mengingatkan kita untuk bijak menggunakan media sosial.

Penggunanya harus jujur mengunggah dan memikirkan kontennya sesuai dengan kehidupan nyata sang pengguna. "Media sosial tidak lain untuk pencitraan, harus jujur dan sesuai kehidupan sehari-hari kita," ujarnya.

Digital Marketing
Acara itu menghadirkan pakar dunia digital seperti CEO Bigevo dan Bigevo Academy Andy Santoso, Giuliano Octavianos, dan Nadia Mulya. Division Head Core Service & Bundle Offering Indosat Ooredoo, Sharif Mahfoedz, mengatakan Indonesia telah berkembang menjadi bangsa digital. Inovasi baru terus bermunculan memenuhi kebutuhan manusia untuk meningkatkan produktivitas. Selain itu, semakin banyak juga organisasi yang mengandalkan digital marketing sebagai salah satu strategi untuk mendongkrak kinerja, baik yang berkaitan dengan merek mereka, dari sisi awareness, reputasi, maupun penjualan.

"Penerapan teknologi digital menjadi salah satu strategi penting baik bagi individu, pelaku bisnis, dan termasuk industri media saat ini," katanya. Sharif menyebutkan perkembangan digital mengharuskan media untuk terus meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta memberikan pengalaman terbaik bagi para pembaca lintas platform. Tidak hanya fesyen ataupun gaya hidup yang memiliki tren di setiap tahunnya, perkembangan tren juga berlaku di dunia digital. "Era disruptif membuat dunia usaha semakin ketat, setiap organisasi harus terus melakukan adaptasi dengan tren digital di masa mendatang," ucapnya. Guna mendukung perubahan perilaku dan kebutuhan masyarakat akan internet, Indosat Ooredoo menyediakan paket layanan seperti kuota internet. Termasuk stream on untuk streaming musik di Spotify dan menonton film serta serial TV di Iflix dan berbagai paket lainnya selama ribuan jam.

Komentar