Otomotif

Daimler Perkuat Dominasi di Pasar Truk Lewat MB Axor

Kamis, 31 August 2017 03:23 WIB Penulis: Ghani Nurcahyadi

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

KIAN meningkatnya kebutuhan atas truk heavy-duty di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan industri pertambangan, dimanfaatkan dengan baik oleh Daimler dengan membuka fasilitas perakitan truk heavy-duty Mercedes-Benz Axor di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat.

Kehadiran Axor memperkuat penetrasi Daimler di pasar truk berbagai segmen di Indonesia.

Sebelum ada Fuso yang dipasarkan Mitsubishi.

Untuk membuka fasilitas perakitan di Wanaherang yang berkapasitas 4.500 unit per tahun, Daimler menginvestasikan dana sebesar US$25 juta.

CEO Daimler Commercial Vehicles Indonesia, Markus Villinger mengatakan investasi tersebut membuat MB Axor akan memiliki konten lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar di Indonesia.

Kini kebutuhan akan truk sangat besar terutama karena Indonesia merupakan eksportir minyak kelapa sawit terbesar dunia dan produsen batu bara terbesar kedua di dunia.

"Siapa pun industri terkait perakitan truk ini yang mempunyai kualitas sesuai dengan klasifikasi Mercedes-Benz, bisa bergabung untuk ikut merakit truk Axor. Kami pastikan juga truk-truk ini dirakit melalui tangan-tangan terampil. Kandungan lokal dalam perakitan truk ini mencapai sekitar 30%," kata Villinger kepada pers di Desa Wanaherang, Bogor, Selasa (29/8).

Fasilitas perakitan seluas 42 hektare milik pabrikan asal Jerman itu, sebelumnya digunakan untuk merakit mobil dan sasis bus Mercedes-Benz.

Truk Axor pertama yang akan dihasilkan melalui fasilitas tersebut ialah truk Axor 2528C yang hadir dengan mesin 6 silinder dan mampu membawa muatan dengan berat 20 ton.

Varian berikutnya yang akan mulai dirakit di Wanaherang tahun ini ialah 2528R yang diaplikasikan untuk kebutuhan logistik.

Total, akan ada 11 varian truk Axor yang akan dirakit di Wanaherang nantinya. Selain truk Axor, di Indonesia, Mercedes-Benz juga menawarkan jajaran truk heavy-duty lainnya yang diimpor langsung (CBU), yaitu Acttos untuk kebutuhan khusus.

"Selain pertambangan, semua lini industri yang membutuhkan truk heavy-duty ialah target pasar kami. Baik itu konstruksi, logistik dan semacamnya. Pasar truk heavy-duty di Indonesia kini bergerak naik dengan cepat dan kami menargetkan, hingga akhir tahun ini bisa memproduksi 400-500 truk dan bisa terserap pasar dengan baik," ujar Villinger.

Kontribusi pada target

Deputi Menteri Perekonomian Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri, Edy Putra Irawady mengatakan, pemerintah menyambut baik upaya Mercedes-Benz untuk membuat fasilitas perakitan truk Axor di Indonesia.

Selain menjadi motor alih teknologi dan penyerapan tenaga kerja, kehadiran fasilitas truk Axor juga dapat berkontribusi terhadap target produksi 2,5 juta unit kendaraan lokal pada 2020.

"Kualitas dan daya tahan menjadi salah satu komitmen yang dipegang Mercedes-Benz terhadap produknya. Ketersediaan truk Axor ini juga dapat membantu dalam perencanaan infrastruktur lebih lanjut di Indonesia," ujarnya.

(S-1)

Komentar