Otomotif

Toyota Gelontorkan Rp70 Miliar untuk Pengembangan SDM

Kamis, 31 August 2017 03:13 WIB Penulis: Uta/S-2

ANTARA FOTO/HO/Ferdi

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kembali berinvestasi pada bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) mereka.

Setelah meluluskan dua angkatan wisudawan dari Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) alias Toyota Indonesia Academy Community (TIA), pabrikan otomotif itu berencana menggolontorkan Rp70 miliar untuk pengembangan fasilitas pembelajaran di kampus.

"Setiap mahasiswa mendapat alokasi anggaran Rp120 juta per tahun," ujar Direktur Administrasi, Corporate, & External Affairs TMMIN Bob Azam, di Kampus ATKI, Karawang, Jawa Barat, kemarin.

Selain untuk keperluan pembiayaan asrama dan pendidikan seluruh mahasiswa AKTI, dana investasi tersebut juga untuk menambah area kampus seluas 1.000 meter persegi.

Pada tahun ketiga ini, Bob menuturkan, AKTI juga akan menambah progam studi baru yaitu, diploma 2 (D2) jurusan teknik produksi kendaraan roda empat.

AKTI akan menyaring 64 siswa-siswi lulusan SMK terbaik di Indonesia yang layak mendapat beasiswa pembelajaran mengenai industri otomotif.

"Ini sesuai dengan komitmen perusahaan yang ingin menciptakan tenaga-tenaga ahli otomotif dari putra-putri terbaik bangsa," jelas Bob.

Ia melanjutkan, setiap tahun AKTI diharapkan dapat menyerap 100-150 peserta didik sehingga dalam 10 tahun dapat menghasilkan 1.000 tenaga ahli di bidang manufaktur otomotif.

"Setiap lulusan AKTI akan diserap oleh pabrik-pabrik utama Toyota maupun UKM-UKM selaku suplier beberapa part bagian mobil Toyota," tuturnya.

Dalam kesempatan sama, akademisi manufaktur Toyota tersebut meluluskan 32 mahasiwa yang menempuh pendidikan Diploma 1 (D1) jurusan teknik pemeliharaan mesin otomasi.

Presiden Direktur TMMIN Andang Tjahjono mengungkapkan, para wisudawan tersebut siap terjun langsung ke dunia kerja di bidang industri otomotif.

"Pemerintah sedang gencar melakukan berbagai pengembangan dan investasi di bidang industri. Kami hadir untuk menghasilkan SDM dengan keahlian spesifik dan teruji guna mendukung program pemerintah dalam menyediakan tenaga terampil dan bersertifikasi," ujar Andang saat menyampaikan kata pembuka acara wisuda.

Para wisudawan AKTI menempuh pendidikan dengan komposisi praktik 70% dan teori 30%.

Proses pembelajaran tersebut bertujuan untuk memenuhi kesenjangan ketersedian tenaga ahli dan industri.

Seremoni acara wisudawan dihadiri juga oleh Perwakilan Koordinator Koordinasi Perguran Tinggi Swasta wilayah 4 Jawa Barat, para manajemen TMMIN, serta perwakilan Toyota Motor Corporation (TMC) dari Jepang.

Para mahasiswa angkatan kedua AKTI merupakan hasil seleksi dari 500 siswa dari seluruh SMK di 9 provinsi.

Para mahasiswa menempuh pendidikan dengan sistem asrama tanpa dipungut biaya sepeser pun.

"Ini agar para mahasiswa benar-benar bisa fokus menempuh pendidikan sehingga pengembangan kemampuan manufaktur otomotif semakin maksimal."

Komentar