Travelista

Harmoni Pantai dan Gunung

Ahad, 27 August 2017 04:46 WIB Penulis: */M-1

MI/ZICO RIZKI

Penjelajahan lain di Shizuoka, kami menuju Miho No Matsubara, pantai sepanjang 7 km dengan pemandangan langsung Gunung Fuji. Pantai berpasir hitam itu masuk sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak 1999. Di sini, pemandangan terbaik Fuji dapat dinikmati. Lebih asyiknya lagi, wisata ini gratis.

Kami menempuh jalur tercepat, menggunakan jalan raya, menghemat waktu sekitar setengah jam. Namun, kita juga dapat mengaksesnya melalui jalur kendaraan umum, dengan kereta cepat hingga ke Stasiun Shimizu, diteruskan dengan bus umum di Halte Shimizu Ekimae menuju Mihono Matsubara-iriguchi. Rute ini bisa dipantau lewat peta Google di ponsel.

Dalam perjalanan menggunakan mobil, kami melewati jalan yang disebut tol kuno alias rute No 150. Jalanan ini berbatasan langsung dengan Teluk Suruga dengan suguhan panorama langsung gunung Fuji.

Di tengah-tengah perjalanan, kami rehat menikmati hasil olahan stroberi organik. Kedainya banyak ditemui di pinggir jalan rute no 150. Setelah 45 menit berkendara, kami pun tiba di pintu masuk, disambut hutan pinus. Puluhan ribu pohon pinus berusia ratusan tahun menyuguhkan lanskap terbaik untuk berfoto.

Miho no Matsubara, paket lengkap

Maeda menyebutkan, mendatangi objek wisata ini termasuk 'untung-untungan' karena seperti yang kami alami, awan besar yang terbang di sekitar gunung menghalangi pandangan menuju ikon kebanggaan masyarakat Jepang itu.

Namun, untuk berburu spot foto terbaik, kami berjalan sekitar 2-3 km untuk mendapatkan panorama Fuji yang dijamin baik, lengkap dengan lekukan Pantai Matsubara. Ada pula struktur penahan ombak dan jembatan buatan kecil untuk memancing.

"Miho no Matsubara merupakan objek wisata panorama alam di Prefektur Shizuoka dengan paket lengkap. Selain wisata pantai dan lanskap gunung, hutan pinus, dalam satu tempat, Pantai Miho kental dengan budaya. Pantai berpasir hitam ini termasyhur karena merupakan lokasi legenda Hagoromo-No-Matsu," ujar Maeda.

Legenda sang dewi

Kisahnya, Dewi Hagoromo yang terkagum-kagum dengan keindahan Pantai Miho turun dari langit untuk berenang. Ia meletakkan selendang saktinya untuk terbang di salah satu pohon pinus. Seorang nelayan yang menemukan selendang Hagoromo mengambilnya dan tidak berniat memberikannya kembali.

Hagoromo pun memohon dan bersedia melakukan semua keinginan nelayan itu. Permintaan Hagoromo diluluskan dengan syarat ia harus menari. Hagoromo menyanggupinya, dan ia pun menari di bawah sinar bulan purnama sebelum kembali ke langit.

Pohon pinus tempat selendang Dewi Hagoromo tertinggal masih ada hingga sekarang dan terletak paling dekat dengan pantai. Terdapat juga sebuah bangunan sakral di dekat pohon itu.

Setiap akhir pekan kedua Oktober penduduk Shizuoka mengadakan Festival Hagoromo di sekitar pohon legendaris itu. Wujudnya, tarian obor api dipadukan dengan gerakan modern.

Komentar