MI Muda

Jagoan Skuat Futsal Putri

Ahad, 27 August 2017 00:31 WIB Penulis: Syifa Amelia/Politeknik Negeri Jakarta

Dok. Pribadi

Pada SEA Games 2017 Malaysia yang saat ini tengah berlangsung, Indonesia mengirimkan kon­tingen terbaik di berbagai macam olahraga, salah satunya futsal. Meski futsal identik dengan olahraga laki-laki, nyatanya Indonesia punya skuat terbaik di nomor putri yang turun di arena.
Muda mewawancarai salah satu atlet futsal perempuan, Ade Fitriya Hilda, pentol­an timnas futsal Indonesia. Hingga Jumat (25/8) Indonesia berada diperingkat dua sesudah Thailand. Hari ini, Ade dan tim bertanding melawan Vietnam. Yuk simak perjalanan kariernya sebagai atlet!

Ceritakan dong perjalanan kamu hingga menjadi atlet futsal putri?
Saya menyukai permainan bola itu sejak sebelum SD karena lingkungan di dekat rumah saya mayoritas laki-laki. Kebetulan saya juga sangat dekat dengan kakak laki-laki, jadi kadang suka main sama mereka dan akhirnya menyukai olahraga bola, seperti sepak bola dan futsal.
Jadi atlet itu akhir 2009, saat saya kelas 3 SMP, saat itu sekolah bertanding dengan klub futsal Jaya Kencana (JK) Angels.
Setelah selesai sparing, saya dipanggil manajer, pelatih, serta dua senior JK Angels.
Saya diajak bergabung karena mereka melihat saya paling menonjol dan memiliki potensi. Sejak saat itu saya rutin mengikuti latihan dan turnamen hingga menjadi pemain profesional seperti saat ini.

Futsal kan identik dengan olahraga laki-laki, bagaimana pendapatmu?
Saya pernah mencoba beberapa olahraga lain seperti badminton dan sepak bola. Kalau sepak bola, saya masih suka karena hampir sama dengan futsal.
Futsal identik dengan laki-laki itu benar, tapi nyatanya dalam olahraga ini peluang untuk berkembang dan mengasah skill terbuka lebar.
Futsal itu urutan ketiga dalam hidup saya setelah keluarga dan pendidikan. Jadi, saya memang sangat menyukai futsal. Segala macam keresahan dan ke­galauan bisa sejenak terlupakan saat main futsal hehe.

Bagaimana dengan respons orangtua saat kamu serius di futsal?
Mama mendukung apapun yang terbaik, tapi papa sempat menyuruh berhenti, tapi saya tidak mau.
Papa lalu memberikan tantangan, pendidikan tidak boleh ditinggalkan dan nilai harus bagus. Saat SMP dan SMA, saya harus masuk 5 besar dan alhamdulillah tercapai.
Saat kuliah pun, IPK saya dari semester ke semester selanjutnya tidak boleh turun, minimal stabil dan alhamdulillah bisa IPK 3,5-3,7.
Kebijakan seperti itu justru memotivasi dan mama mendukung penuh tantangan papa itu.

Permainan futsal putri itu semua aturan dan tekniknya sama kah dengan putra?
Futsal putri dan putra tidak ada bedanya, teknik dan aturannya. Di futsal ada teknik passing, controling, dribbling, shooting, chipping, dan kiper.

Posisimu di tim?
Sebagai flank atau sayap, yang biasanya melakukan serangan terhadap lawan, tapi merambat menjadi pivot yang bertugas menyelesaikan peluang.

Kamu tergabung dalam timnas, ya? Gimana ceritanya bisa dipanggil?
Pada 2017, alhamdulillah saya bisa dipercaya menjadi pemain nasional dan mewakili Indonesia di SEA Games.
Sejak 2015, banyak sahabat dan kerabat, bahkan beberapa pelatih menginginkan saya masuk timnas karena menilai layak.
Tapi saya tidak terlalu terobsesi, hanya jika saya diberi kesempatan, tidak akan menolak.
Perjalanan yang cukup panjang, dari 2010–2017. Sebelum masuk timnas, saya mengikuti ajang bergengsi, yaitu Liga Pro Futsal Women Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun.
Tahun ini, memang saya tidak mau melewatkan kesempatan tersebut, jadi selalu mengeluarkan kemampuan dengan tidak mengubah karakter permainan. Akhirnya saya dipanggil untuk seleksi timnas dan kemudian terpilih. Sebelum SEA Games ini, kami latihan 3 bulan, targetnya juara!

Bagaimana menjaga stamina agar tetap fit?
Harus menjaga pola makan, olahraga rutin seperti joging, sit up, push up, back up, dan minum vitamin.

Bagaimana risiko kontak fisik antarpemain, apakah kamu pernah mengalami cedera parah?
Sejauh ini belum pernah cedera, hanya benturan fisik saja dan pernah juga kepala saya ketendang sampai benjol dan biru hehe.

Pengalaman menarik saat bertan­ding?
Saat juara 1 AFF 2016, pengalaman paling berharga sampai saat ini.

Suka duka menjadi atlet?
Asyiknya, bisa menjadi diri sendiri, banyak teman, bisa bahagia, sejenak melupakan masalah. Dukanya, di saat menerima kekalahan, lelah dan sakit karena terlalu over bermain.

Bagaimana kamu mengatur energi antara kuliah dan futsal?
Sebijak dan sepintar mungkin mengatur waktu, harus seimbang. Disiplin dengan tidak membuang waktu.

Harapan ke depan?
Semoga futsal putri Indonesia terus berkembang, dari segi peminat tapi juga dari prestasi, dan bisa selalu membanggakan Indonesia! (M-1)

Komentar