Teknopolis

Google Lebih Indonesia

Sabtu, 26 August 2017 13:20 WIB Penulis: Hera Khaerani

PKOMITMEN Google untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia ditunjukkan dalam ajang Google for Indonesia yang berlangsung di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (24/8).

Berbagai aplikasi terbaru disediakan dan perbaikan aplikasi dilakukan untuk memanjakan masyarakat di Tanah Air. Tidak hanya bagi pengguna perorang­an, tapi juga untuk usaha kecil dan Menengah (UKM).

Komitmen itu menyusul peningkatan pengguna ponsel pintar di Indonesia yang menjadi 60% tahun ini. Tahun lalu hanya 47% dari total populasi. Sayangnya Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia, mengakui masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan akses internet yang memadai.

Padahal, ada sejumlah terobosan Google yang dapat dinikmati pengguna Indonesia. Berikut sejumlah aplikasi dan pengembangan yang dilakukan Google.

Di ajang tahunan itu, Tony Keusgen menekankan ada tiga hal utama yang mesti disediakan untuk memungkinkan Indonesia menjadi negara yang berpengaruh dalam bidang teknologi digital di Asia Tenggara, yakni akses ke internet, produk yang menyajikan informasi yang dibutuhkan, juga platform untuk menjadikan internet bermanfaat sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Berikut ini hal-hal baru yang ditawarkan Google untuk Indonesia. (M-4)

Google Station
Google stasion adalah public wi-fi station yang cepat, sederhana, dan dapat diandalkan. Keunggulan Google station, kata Tony, sudah teruji di India. Tidak semata untuk mengecek surel, berkirim pesan, tapi juga untuk memperbarui aplikasi dan streaming video dengan kualitas HD. Caesar Sengputa, Vice President Next Billion Users, mengungkap, berkat kehadiran Google station di India, setiap harinya mereka mendapati 15 ribu pengguna baru yang sebelumnya tidak pernah terpapar oleh internet sama sekali. Manfaat dan hasil serupa pun diharapkan akan terjadi di Indonesia.

Menurut rencana, stasiun pertama akan diluncurkan di Jakarta tahun ini. Disusul Surabaya, Denpasar, Bandung. Untuk pengadaan wi-fi publik itu, Google menggandeng perusahaan penyedia layanan internet CBN dan Fiber Star, perusahaan penyedia infrastruktur dan layanan IT.

“Kami harap kolaborasi antara Google, Fiber Star sebagai penyedia jaringan fiber optik, dan CBN sebagai penyedia layanan internet untuk Google station diharapkan dapat menciptakan lompatan besar dalam gerakan Indonesia digital dan mempercepat penetrasi ICT sampai ke kota-kota kecil di Indonesia demi peningkatan kualitas hidup dari masyarakat Indonesia,” ujar Sugiharto Darmakusuma, President Director Fiber Star, dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Kamis (24/8).

Ketika Google station dijajal dalam ajang Google for Indonesia, koneksi internetnya memang lumayan cepat. Jika Anda selalu khawatir dengan kuota internet ponsel setiap memerlukan pembaruan aplikasi atau menginstal aplikasi baru, kelak bisa mampir ke Google station untuk mengakses wi-fi dan melakukan semua yang membutuhkan koneksi internet. Aksesnya pun relatif mudah, cukup memilih jaringan wi-fi yang lantas mengarahkan ke mesin pencarian, mengisi nomor ponsel untuk mendapat link verifikasi, lalu Anda langsung terhubung ke internet. Inilah solusi Google Indonesia untuk masalah keterbatasan akses internet.

Youtube Go
Anda suka menonton Youtube, tetapi khawatir itu menghabiskan kuota data? Kini Anda bisa mengunduh aplikasi Youtube Go. Aplikasi yang menyediakan akses video itu memiliki konsumsi data yang rendah dan tanpa jaringan internet yang optimal. Pengguna aplikasi itu pun bisa memilih berapa besar konsumsi data yang mereka inginkan karena pengguna bisa melihat preview video dan berapa banyak konsumsi data sebelum mengunduhnya.

Aplikasi itu juga menyediakan fitur unduh video. Tampilan antarmuka yang ramah dan sederhana. Halaman mukanya hanya 10 video. Lebih dari itu, Anda bisa membagi video yang Anda inginkan ke media sosial atau kepada teman-teman Anda dengan fitur send nearby. Menariknya berbagi video itu tidak menggunakan data.

Waze
Aplikasi itu tentunya sudah familier bagi pengguna Indonesia. Sejumlah pembaruan dilakukan, salah satunya kehadiran fitur dian. Dian merupakan pemandu Waze berbahasa Indonesia yang akan menyebutkan arah tujuan dan nama jalan.

Di samping itu, Anda bisa me­rekam suara Anda untuk menjadi pemandu arah di aplikasi Waze. Tidak hanya itu, Anda bisa membagikan kepada keluarga dan teman. Bila Anda selebritas, bisa juga membagikannya kepada penggemar Anda.

Ada juga fitur plate vehicle rotation, fitur yang mengizinkan navigasi berdasarkan nomor pelat kendaraan. Anda cukup memasukan dua nomor terakhir pelat kendaraan Anda, Waze akan membantu Anda mendapatkan rute terbaik dan tercepat.

Ketika ditanya Media Indonesia, Di-Ann Eisnor Director of Growth Waze mengaku mereka pun mendapat banyak sekali permintaan agar Waze menyediakan penentuan rute bagi motor karena ada larangan motor melintas di sejumlah ruas jalan. Sayang, upaya memenuhi permintaan itu masih dalam proses pengembangan.

Primer
Berdasarkan laporan Google & Deloitte, bisnis daring bisa tumbuh sampai dengan 80% lebih cepat daripada yang konvensional. Bisnis yang memiliki situs sendiri pun memiliki kredibilitas lebih tinggi. Sayangnya, dari sekian banyaknya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia, hanya 16% yang memiliki situs sendiri.

Google Indonesia pun mengadakan Gapura (Gerak­an Pelatihan Usaha Rakyat) Digital berupa program pelatihan dan edukasi untuk UMKM. Dalam tiga bulan pertama saja, lebih dari 6.500 orang sudah mengikuti kelasnya.

Di sisi lain, Google menemukan 51% dari usaha skala mikro dan kecil dikelola perempuan. Sayangnya, sedikit dari mereka yang bisa berkembang hingga naik ke tingkat usaha menengah. Selain itu, 47% pengusaha perempuan jarang memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan bisnis mereka. Dengan menarget masalah itu, Google mengadakan program pemberdayaan yang mengumpulkan 7.000 pengusaha perempuan di lima kota, Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Denpasar, untuk mendapat pelatihan.

Selain itu, Google menghadirkan aplikasi mobile gratis bernama Primer. Aplikasi itu berisikan 24 kiat dasar-dasar pemasaran dan memulai bisnis yang dirangkum dalam ponsel pintar Anda. Menariknya setelah diunduh, Primer dapat berfungsi tanpa kuota data. Anda bisa membaca kiat tersebut di mana saja dan kapan saja secara luring (offline).

“Kami terus merilis pelajaran baru agar dapat memberikan informasi terbaru dan relevan bagi para pemasar guna meraih sukses,” ujar Veronica Utami, Chief Marketing Officer Google Indonesia. Selain dalam bahasa Indonesia, aplikasi itu tersedia dalam bahasa Inggris, Spanyol, Hindi, Telugu, dan Portugis.

Google Allo
Aplikasi messaging yang dapat diunduh untuk ponsel pintar berbasis Android dan Ios untuk menyampaikan dan melakukan banyak hal secara langsung di chat. Anda bisa memilih stiker yang sesuai dengan perasaan Anda dengan Smiley search, ada juga stiker selfie, yang memungkinkan mengubah foto selfie menjadi paket stiker pribadi. Ada juga chat dalam mode rahasia. Semua chat di Google Allo dienkripsi sehingga Anda bisa melakukan chat secara rahasia dan memiliki masa kedaluwarsa.

Aplikasi itu juga disatukan dengan Asisten Google yang tersedia dalam bahasa Indonesia. Jadi, itu bisa membantu membuat rencana bersama teman, mendapatkan jawaban dari informasi yang Anda ingin cari, atau bersenang-senang semata. Caranya sangat mudah, cukup mengetik @google dan kata kunci yang ingin dicari tanpa keluar dari aplikasi Allo. Tidak berhenti sampai di sana, Asisten Google pun bisa diajak bercanda dengan guyon yang sangat lokal Indonesia. Kalau sedang kesepian, coba saja meminta tebak-tebakan dari Asisten Google, pasti seru!

Layak dicatat, saat pertama kali menginstal Allo, tidak semua otomatis mendapat setelan bahasa Indonesia, jadi Asisten Google pun akan merespons dalam bahasa Inggris. Untuk mengubahnya, tidak perlu mengubah setelan bahasa untuk keseluruhan sistem Google, cukup mengajak chat Asisten Google di dalam aplikasi Allo, lantas ketik ‘bicara bahasa Indonesia’.

hera_khaerani@mediaindonesia.com

Komentar