Pesona

Modest Wear Indonesia Digaet ke Pasar Fashion di Moscow

Rabu, 23 August 2017 15:08 WIB Penulis: Melati Salamatunnisa

MI/Melati Salamatunnisa

“Kabana by Itang Yunasz”, label terbaru perancang senior Indonesia Itang Yunasz yang berkolaborasi dengan PT Pismatex Textile Industry, akan terbang mengikuti event trade show Collection Premiere Moscow (CPM) edisi SS2018 tanggal 30 Agustus-2 September 2017 mendatang.

Didukung oleh Kementerian Perindustrian RI, ini merupakan kedua kalinya koleksi Itang Yunasz ditampilkan usai batik Sawunggaling klasik yang dibawanya diapresiasi sangat baik pada gelaran tahun lalu.

Event seperti ini adalah salah satu langkah untuk melebarkan sayap ke mancanegara. Untuk itu, diperlukan kesabaran mulai dari memperkenalkan nama, menjalin relasi dengan buyers, dan konsistensi dalam menjalankannya,” ujar Itang Yunasz dalam Press Conference: “ Indonesia The Heart of Craft” menuju Fashion Trade Show di Moscow di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (22/8).

Lini pakaian modest wear “Kabana by Itang Yunasz” telah dijual di Jakarta, Makassar, Parepare, Kuala Lumpur. Desain ini menampakkan motif print yang terinspirasi alam, terutama bentang bunga-bunga pucat, dengan spectrum warna pastel. Potongan-potongan blus, tunik, rok, gaun, celana, dan luaran yang bisa dipakai sendiri atau berlapis dihadirkan menggunakan bahan sutera chiffon, twill, dan satin yang lembut, atau material poly chiffon satin.

Sementara itu, Itang mengungkapkan bahwa label yang dibawanya kali ini tidak hanya berkreasi dengan polyester, tetapi juga mix fabric seperti natural fabric atau silk untuk lebih memikat buyers.

“Nilai kontrak yang dicapai tahun lalu sebesar US$10 ribu. Nah, CPM ini tempat berbisnis atau mencari uang. Beda dengan Paris, Milan, New York adalah tempat untuk mencari nama,” tukas Itang.

Tidak hanya Itang Yunasz, desainer modest Dian Pelangi juga akan membawa koleksi dari label terbarunya “Prive”. Haute couture label dari Dian Pelangi ini didominasi bahan tradisional nan mewah yaitu Songket Palembang. “Prive” pernah diperkenalkan Dian dalam fashion show bertema “Titik Temu” di Jakarta, 21 Mei 2017 bersama yang di label baru Dian Pelangi lainnya yakni Krama, Nom, dan Men.

Platform Berbisnis
CPM merupakan pameran bertaraf internasional dan leading trade fair di Eropa Timur yang menyuguhkan event trend fashion internasional 2 kali dalam setahun. CPM bersifat business-to-business yaitu platform yang memungkinkan para pembeli adalah pelaku sektor industri tekstil, contohnya butik.

“Apresiasi 4 label busana Indonesia tahun lalu dari masyarakat Rusia baik sekali. Oleh karena itu, tahun ini 9 label yang akan dikirim yakni Kabana by Itang Yunaz, Dian Pelangi, Kasha by Sjully Darsono, Devyros, Ekuator, Warnatasku, Kalyana Indonesia, Huraira, dan Teha Bags,” kata Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Aneka, dan Kerajinan Kemenperin Riefky Yuswandi.

Menggandeng sponsor Garuda Indonesia, Telkomsel, Telkom Indonesia, Bank Negara Indonesia (BNI) 46, sebanyak 9 label busana Indonesia yang dikirimkan oleh Kementerian Perindustrian Direktorat Industri Kecil Menengah akan menempati paviliun bertemakan The Heart of Fashion Craft seluas 64 m2.

Sekretaris Ditjen IKM Kemenperin Eddy Siswanto menambahkan, CPM mendatang akan diikuti oleh ribuan merek busana dari berbagai negara dan akan dihadiri 22.500 buyers dari 33 negara.

“Masyarakat Rusia memprioritaskan kualitas, harga relatif tidak pengaruh,” lanjut Eddy.

Yang membedakan busana Indonesia dari negara lain dalam CPM kali ini adalah modest wear.

“Modest wear adalah kekuatan kita menuju ini target Indonesia 2020, yaitu pusat industri fesyen muslim dan pusat fesyen 2025. Modest wear ini perpaduan etnik dan modern, misalnya tenun dengan kulit, yang tidak dimiliki negara lain,” tutup Lily Halim dari Aura Convex. (OL-6)

Komentar