Film

Film Nyai Ahmad Dahlan Siap Tayang mulai 24 Agustus

Ahad, 20 August 2017 19:34 WIB Penulis: Thomas Harming Suwarta

Ist

MASIH dalam semangat Hari Ulang Tahun RI ke-72, Iras Film mempersembahkan sebuah film biopik, tentang sosok pahlawan nasional Indonesia, Ibu Siti Walidah, yang juga dikenal sebagai Nyai Ahmad Dahlan. Seorang tokoh perempuan dari Kauman, Yogyakarta, istri pendiri Muhammadiyah Kiai Ahmad Dahlan. Film berdurasi 90 menit itu siap menghiasi layar bioskop Indonesia dan tayang perdana 24 Agustus 2017 mendatang.

"Film Nyai Ahmad Dahlan kami angkat dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air pada sosok pahlawan nasional kita," jelas Asrul Azis Taba, Produser Eksekutif Iras Film, di Jakarta, Minggu (20/8).

Menurut Asrul, saat ini belum banyak sosok pahlawan nasional Indonesia perempuan yang diangkat dalam sebuah film biopik. Padahal, kiprah mereka bisa menjadi suri tauladan bagi masyarakat Indonesia saat ini.

Sebelumnya pada Sabtu (19/8) kemarin, Gala Premier film Nyai Ahmad Dahlan digelar di XXI Epicentrum, Jakarta, dan dihadiri oleh artis pendukung film ini, seperti Tika Brivani, David Chalik, sejumlah tokoh nasional di antaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud Harris Iskandar, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Rektor Universitas Prof DR Hamka Muhammadiyah Prof Suyatno, Dewi Motik, dan beberapa keluarga besar Kiai Ahmad Dahlan.

Dalam keterangannya usai menonton gala premier, Mendikbud mengatakan bahwa film Nyai Ahmad Dahlan menjadi pelengkap dari film sebelumnya berjudul Sang Pencerah. Hanya, pada film ini, fokus utamanya lebih dititikberatkan pada peranan dan sosok Nyai Ahmad Dahlan dalam pergerakan Muhammadiyah dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

"Jadi lebih menonjolkan Nyai Ahmad Dahlan baik dalam pergerakan Muhammadiyah maupun perjuangan kemerdekaan," kata Muhajir.

Menurut dia, cerita film Nyai Ahmad Dahlan merupakan kisah sejati seorang Nyai Ahmad Dahlan. Film ini juga menjadi bukti dan mempertegas mengapa Nyai Ahmad Dahlan ditetapkan sebagai salah satu pahlawan nasional.

"Selain itu, film Nyai Ahmad Dahlan juga bisa menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia. Bahwa berjuang itu tidak harus tampil secara fisik. Mendampingi dan berada dibelakang suami agar suami berada di depan pun merupakan bentuk perjuangan yang tak kalah hebatnya," jelas Muhajir.

Ia menjelaskan juga bahwa kebesaran seorang Nyai Ahmad Dahlan bukan karena beliau ialah istri Kiai Ahmad Dahlan, pendiri Persyarikatan Muhammadiyah pada 1912, tetapi karena kiprahnya sebagai seorang pelopor gerakan. Nyai Ahmad Dahlan yang dilahirkan pada 1872 ialah pendiri gerakan perempuan ‘Sopo Tresno’ yang kemudian bernama Aisyiyah. Melalui organisasi wanita Aisyiah, Siti Walidah atau Nyi Ahmad Dahlan sangat membantu perjuangan kemerdekaan.

"Di awal revolusi, beliau menggerakkan kaum wanita untuk mendirikan dapur umum. Beliau juga rajin bertukar pikiran tentang perjuangan dengan Presiden Soekarno dan Jenderal Sudirman. Dan beliau merupakan perempuan pertama yang pernah memimpin Kongres Muhammadiyah tahun 1926," tambah Irmawati Mochtar Asrul, Produser Eksekutif Iras Film.

Film yang mengambil lokasi syuting di Yogyakarta pada April 2017 lalu itu dibintangi oleh Tika Bravani sebagai Nyai Ahmad Dahlan, David Chalik sebagai Kiai Ahmad Dahlan, Cok Simbara, Della Puspita, Rara Nawangsih, Egi Fedly, Malvino Fajaro, Inne Azri, dan disutradari oleh Olla Ata Adonara.

"Bagi kami membuat film ini adalah amanah luar biasa. Sosok beliau sangat hebat. Setiap perjalanan hidup Nyai Ahmad Dahlan sangat inspiratif. Beliau benar-benar uswatun hasanah bagi umat. Dalam durasi 98 menit Insya Allah kami berusaha gambarkan siapa beliau. Sosok Nyai Ahmad Dahlan sebagai istri…ibu…guru…sahabat…dan pejuang," jelas Dyah Kalsitorini, Produser sekaligus Penulis Skenario Film Nyai Ahmad Dahlan. (OL-2)

Komentar