Jeda

Batasan yang Tegas

Ahad, 20 August 2017 07:51 WIB Penulis: Rio/M-4

Grafis/MI

KASUS-KASUS penipuan agen travel belakangan membuat pengamat umrah dan haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dadi Darmadi, mengimbau masyarakat bijak dalam perencanaan umrah dan haji.

Menurutnya, permintaan masyarakat untuk beribadah sangatlah tinggi sehingga semakin banyak juga pelaku bisnis yang membuka agen travel, tetapi mencoba berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan.

"Jemaah diimbau untuk memilih perusahaan travel yang sudah terbukti dan teruji bertahun-tahun memberangkatkan jemaah. Masyarakat diajak untuk paham bahaya penipuan berkedok ibadah," ujarnya. Selain bijak, calon jemaah juga harus kritis dalam memilih travel agen, apalagi dengan iming-iming harga murah dibawah harga standar. Pasalnya, biaya keberangkatan umrah dan haji itu sudah memiliki patokan dan tidakan akan melenceng jauh dari harga normal.

"Jemaah juga harus didorong agat berpikir kritis, jangan percaya apa pun dengan iming-iming harga murah," sambung Dadi.

Pemerintah juga diminta untuk lebih serius mencermati bisnis yang melibatkan banyak orang seperti umrah yang jumlahnya bisa mencapai 6 juta orang/tahun dengan bukan mengurusi masalah investasi atau urusan haji.

Misalnya, OJK atau Kemenag RI membuat guidelines dan peraturan seperti biaya umrah yang pantas, harga bawah-harga atas, sebagai guidelines dan perimbangan bagi masyarakat.

"Dephub juga bisa membuat peraturan soal biaya taksi. Pemerintah juga harus cepat tanggap dan waspada terhadap berbagai tawaran program umrah atau haji yang jauh di bawah biaya di atas dan diinfokan kepada publik luas akan bahaya penipuan berkedok ibadah," pungkas Dadi. (Rio/M-4)

Komentar