Gaya Urban

Berlatih Kombat di Atas Trampolin

Ahad, 20 August 2017 02:01 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

MI/Adam Dwi

OLAHRAGA menggunakan alat trampolin kini memang sedang populer. Namun, biasanya olahraga itu hanya diikuti anak muda dan lebih banyak bersifat seperti permainan. Ada pula yang mengombinasikannya dengan olahraga basket.

Maka yang ada di kelas sebuah pusat kebugaran di kawasan Pondok Indah, Jakarta, tampak berbeda. Seperti yang berlangsung, Kamis (10/8), peserta kelas latihan dengan alat trampolin tersebut ialah perempuan paruh baya. Trampolin yang digunakan juga berukuran mini. Selain itu, yang tidak kalah menarik ialah gerakan-gerakan kombat yang mereka lakukan.

Setelah sesi pemanasan yang dilakukan dengan berlari pelan, latihan inti yang memadukan gerakan-gerakan kardio, pembentukan otot dan gerakan kombat pun dimulai. Latihan itu diantaranya gerakan meninju yang digabungkan dengan melompat.

Para peserta tampak mengikuti antusias latihan di kelas bernama Bounce Fit ini. Meski tidak lagi muda, ketiga perempuan asal Jepang itu terlihat cukup lincah dan bertenaga.

Instruktur Bounce Fit, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa gerakan kombat di kelas itu bukan bertujuan membentuk orang piawai bela diri. Tentu saja karena gerakan kombat dilakukan dengan tidak berpasangan, tujuan yang ingin dicapai melatih sinkronisasi tubuh dan pikiran. Selain itu dengan dilakukan di atas trampolin, latihan ini baik untuk keseimbangan tubuh.

"Di sini kita juga memadukan gerakan kombat seperti meninju dengan melompat dan berputar. Jadi yang dilatih di sini ialah kecepatan tangan dan keseimbangan kaki yang sedang melompat di atas trampolin," tutur instruktur Bounce Fit di UBI Fit, Rahmat Hidayat.

Menurutnya, selain melatih kecepatan tangan dan keseimbangan kaki, gerakan kombat seperti ini sangat baik untuk melatih sinkronisasi antara pikiran, tangan, dan kaki di setiap tubuh manusia, karena peserta diharuskan menggerakkan kaki di atas trampolin sambil berputar serta melakukan gerakan meninju pada kedua tangan.

Berlangsung selama 60 menit, kelas Bounce Fit itu terlihat cukup menguras tenaga. Apalagi istirahat sejenak hanya dilakukan satu kali di tengah sesi. Selebihnya, peserta diajak terus bergerak dan melompat.

Rahmat menjelaskan bentuk latihan yang padat itu sengaja dibuat demi membakar cukup banyak kalori. "Kalau diikuti dengan benar dan maksimal, jangan kaget jika kalori yang dibakar cukup banyak. Mungkin satu sesi latihan bisa membakar sebanyak 500-600 kalori," ungkap Rahmat.

Membentuk otot

Meski terlihat olahraga yang mudah dan menyenangkan, Bounce fit ternyata merupakan olahraga yang sarat pembentukan massa otot secara maksimal. Otot utama yang paling disasar ada bagian perut, kaki dan tangan.

"Skuat dan sit up di atas trampolin sangatlah maksimal dalam membentuk otot bagian core. Karena secara tidak disadar, otot core adalah inti dari segala otot dalam tubuh," ujar Rahmat.

Selain itu, Rahmat selalu menyisipkan gerakan push up di atas trampolin. Dengan karakter trampolin yang lentur, melakukan push up di atas trampolin menjadi lebih sulit ketimbang dilakukan pada lantai keras. "Karena kita harus mengimbangi gerakan di atas bahan yang lentur. Jadi otot yang bekerja pun lebih maksimal dan tentunya hasil yang didapat juga menjadi lebih baik," sambungnya.

Gerakan-gerakan latihan di atas trampolin mini ini juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Mereka yang ingin lebih banyak membentuk otot dapat lebih banyak melakukan push up. Berbagai gerakan lain pun dapat ditambahkan sehingga latihan menjadi variatif dan menyenangkan. (M-3)

Komentar