Travelista

Pohon Eksis

Ahad, 20 August 2017 00:46 WIB Penulis: Arv/M-1

MI/ANASTASIA ARVIRIANTY

Selesai berkeliling di Terminal 2, saatnya menggunakan Skytrain kembali untuk menuju Terminal 1. Di Terminal 1, fasilitas permainan memang tidak sebanyak di Terminal 2, namun bukan berarti Anda tidak bisa menemukan kesenangan di terminal ini. Anda bisa bermain Social Tree, yang terletak di Central Piazza, tepat setelah konter imigrasi.

Social Tree merupakan instalasi interaktif terbesar Changi, dengan tinggi hampir 9 meter. Dengan menggunakan Social Tree, Anda bisa bermain, sekaligus berbagi dan menyimpan foto serta video yang berisi kenangan Anda pada Changi di kapsul memori dan menjadi bagian dalam sejarah Changi selama beberapa dekade mendatang.

Di sekeliling pohon ada delapan booth foto dengan layar sentuh yang memungkinkan Anda untuk 'melampirkan' foto dan video ke dalam mahkota berwarna-warninya yang bisa bergerak. Mahkota ini terdiri dari 64 layar definisi tinggi raksasa sebesar 42 inch, menawarkan tampilan 360 derajat dari berbagai latar belakang yang bisa bergerak, termasuk hutan mistis dan langit Singapura.

Berenang

Setelah puas bermain Social Tree, saya teringat akan perkataan orang-orang bahwa Changi memiliki fasilitas kolam renang di dalamnya, dan itu benar adanya. Saya membuktikan sendiri dengan mengunjungi lantai 3, Terminal 1. Kolam renang tersebut ada di dalam Aerotal Airport Transit Hotel, di area Depature Transit Lounge, dekat Gate D.

Kolam renang dengan konsep di rooftop tersebut juga menyediakan jacuzzi, bar di pinggir kolam renang, dan fasilitas mandi. Namun, jika Anda bukan tamu yang menginap di Aerotel Airport Transit Hotel, Anda memang harus merogoh sedikit kocek Anda, sebab seorangnya akan dikenai tarif berenang sebesar S$17.

Selain itu, Anda juga bisa menemukan atraksi dua Kinetic Rain di area publik Terminal 1. Kinetic Rain terbuat dari 1.216 tetesan perunggu, dengan ukuran 9,8 meter dan 4 meter, masing-masingnya dapat membentuk 16 pola yang berbeda mulai dari pola seni abstrak hingga pola yang mudah dikenali, seperti pesawat terbang, balon udara panas, layang-layang, dan bahkan naga.

Berjumpa nasi padang

Di Terminal 1 ini, saya mulai merasa lapar. Maka, saya memutuskan untuk pergi ke area foodcourt 24 jam yang terletak di lantai 1 Terminal 1. Ada berbagai macam makanan yang ditawarkan, saya pun menemukan nasi padang sebagai salah satunya. Namun, saya memutuskan untuk membeli 'Subway', yang antreannya lumayan panjang. Di sela-sela mengantre, saya bertemu dengan seorang pria asal Barcelona bernama David Suarez. Ia baru saja menyelesaikan liburan musim panasnya di Bali, dan hendak pulang ke negeri asalnya.

Ia melakukan transit cukup lama. Dari Bali, dirinya transit di Singapura untuk naik pesawat ke London, dan kemudian baru ke Barcelona.

"Saya tidak pernah bosan ke Bali. Bali adalah tempat yang tepat untuk menghabiskan liburan musim panasmu. Memang saya harus transit berkali-kali dan menunggu lama, but it's ok. Saya bisa menunggu sambil bermain di Bandara Changi ini, tidak membosankan kok," tutur David.

Ya, saya setuju. Memang tidak akan membosankan jika Anda harus menunggu lama di bandara, jika fasilitas yang ditawarkan sangat menarik dan menghibur, ditambah lagi, fasilitas internet gratis juga disediakan di setiap terminal, pun Changi layak mendapatkan predikat sebagai bandara terbaik di dunia. Jadi, kapankah Indonesia bisa menjadi seperti Changi? Kita tunggu saja.

Komentar