Teknopolis

Meniru Fesyen Seleb lewat ASOS

Sabtu, 19 August 2017 00:15 WIB Penulis: (Dailymail.co.uk/Her/M-4)

DOK. PLAYSTORE

SERUPA dengan LYKE, ASOS yang merupakan tempat belanja fesyen daring global untuk pelanggan usia 20 tahun ke atas juga mengembangkan aplikasi ponsel yang memungkinkan penggunanya meniru gaya orang lain. Perusahaan yang mengirim barang-barangnya dari Inggris, Amerika, Eropa, dan Tiongkok itu meluncurkan fitur baru, Kamis (10/8). Kehadiran aplikasi ini bertujuan mengakhiri kecemburuan gaya berbusana di tengah masyarakat. Dalam kajian mereka, sebagian besar perempuan pasti akan mengakui mereka pernah melihat seseorang di jalan, lantas bertanya-tanya di mana orang tersebut membeli apa yang dikenakan.

Mengejar orang bersangkutan hanya demi menanyakan langsung di mana dia membelinya tentu terkesan janggal dan juga memalukan. Maka biasanya langkah yang dipilih ialah memotret penampilan orang tersebut, lalu berusaha mencari barang yang serupa secara daring. Percayalah, mencari dengan cara demikian tidaklah mudah. Kebanyakan situs belanja membagi barang dagangan berdasarkan kategori yang sangat terbatas, pakaian laki-laki atau perempuan, atasan, bawahan, gaun, sepatu, dan seterusnya.

Mencari satu barang secara spesifik di antara jutaan barang yang diperdagangkan pastinya amat sulit. Di situ peran aplikasi ASOS. Pengguna cukup mengambil foto pakaian yang diinginkan, lantas alat pencarian di aplikasinya akan melakukan pencarian secara daring. Selain menjual merek fesyen sendiri, ritel fesyen tersebut menjual high street label seperti Whistles, French Connection, dan Ted Baker.

ASOS akan mencocokkannya dengan sekitar 85 ribu barang yang mereka miliki di toko daring itu, lantas menyajikan daftar barang yang sama atau mirip. Maka dalam satu kali pencarian, bisa muncul sekitar 100 temuan. Jika Anda menyukai di antara alternatif yang ditawarkannya, cukup tekan klik, masukkan ukuran sesuai tubuh Anda, dan mengisi detail kartu untuk pembayaran, lalu tinggal menunggu barang diantar ke depan pintu rumah. Aplikasi ini juga menawarkan barang yang serupa, tapi dengan harga yang lebih terjangkau.

Kelemahan
Meski terkesan mudah, nyatanya aplikasi milik ASOS ini masih banyak kekurangan. Memotret orang tak dikenal secara diam-diam tanpa ketahuan tapi dengan hasil gambar yang maksimal untuk mendapatkan pencarian baju yang sesuai sangatlah sulit. Tingkat presisi dari aplikasinya juga masih kurang. Banyak hasil pencarian yang malah menunjukkan hasil pencarian yang tidak terlalu mirip.

Akan sangat membantu bila baju yang dicari ternyata item yang baru dibeli sehingga masih ada di stok. Namun bila ternyata sudah lama dibeli dan tidak tersedia di stok, pencarian itu pun tidak akan terlalu berguna. Di sisi lain, aplikasi ini juga mengalami kendala apabila pakaian yang dimaksud dikenakan di bawah mantel, membuat sebagian dari bajunya tidak tampak. Aplikasi tersebut tidak mampu melakukan pencarian secara spesifik pada baju di bagian dalam mantel saja.

Jadi kalau pengguna mau mendapatkan hasil maksimal, mereka harus menanti orang itu melepas mantelnya atau secara langsung memintanya membuka mantel tersebut demi difoto. Ribet, kan?
Nah, sejauh apa Anda mau meniru gaya berbusana orang lain? Tampaknya kita masih harus sabar menanti aplikasi-aplikasi semacam ini dikembangkan lebih jauh lagi dengan tingkat akurasi dan spesifikasi pencarian yang lebih rinci.

Komentar