Teknopolis

Cara Mudah Meniru Penampilan

Sabtu, 19 August 2017 00:01 WIB Penulis: Hera Khaerani

DOK. LYKE

PERNAHKAN Anda berjalan di pusat perbelanjaan, lalu melihat pakaian pengunjung lain dan penasaran di mana bisa membeli baju yang dikenakannya? Atau dilanda penasaran dengan gaya para pecinta fesyen yang bertaburan di Instagram? Saya pun ingin meniru atau mengadaptasi mereka. Sayangnya tidak tahu di mana membeli barang serupa. Kalaupun para selebgram itu ternyata mengenakan pakaian hasil 'endorsement' dan membagikan link tempat penjualnya, tidak jarang pula harganya selangit dan tidak masuk ke batas anggaran kantong sendiri.

Persoalan itu yang membuat saya gembira kehadiran LYKE, aplikasi dengan teknologi deep learning dan artificial intelligence (AI). Teknologi itu dimanfaatkan untuk pengenalan objek secara otomatis. Fitur terbaru di aplikasinya yakni image search, memungkinkan pengguna mencari produk fesyen di toko daring yang tergabung dalam LYKE, yang mirip dengan objek dalam foto.
Penggunaannya mudah saja.

Cukup tekan tombol kamera di aplikasinya untuk menangkap gambar pakaian, tas, topi, atau aksesori fesyen lainnya, lantas image search akan menampilkan barang-barang yang mirip dengan foto tersebut dalam waktu kurang dari 10 detik. Metode pencarian AI di dalamnya bisa beraneka ragam. Sebagai contoh ketika memasukkan foto seseorang mengenakan gaun merah dengan potongan sabrina dan motifnya polkadot, maka yang ditampilkan bisa baju-baju berwarna merah, aneka gaun, atau justru pakaian bermotif polkadot.

Selain memotret langsung saat aplikasi terbuka, Anda bisa memasukkan foto yang ada dalam album di ponsel pintar atau hasil 'screen capture'. Ini akan sangat berguna bila Anda menyukai baju seseorang yang ada di media sosial, lantas berniat membeli yang serupa. Jadi cukup 'screen capture' fotonya, lantas dibuka di aplikasi LYKE. Fitur ini selain berguna untuk memudahkan pencarian barang yang diinginkan, juga bisa menjadi metode yang sangat efektif untuk menghemat pengeluaran. Contohnya, Anda cukup memotret pakaian yang dipajang di pusat perbelanjaan, namun mencari barang serupa di aplikasinya.

Bukan mustahil bila Anda menemukan barang yang mirip, dengan harga yang jauh lebih miring. Tinggal foto, pilih, pesan, bayar, lantas menanti barang dikirim ke rumah. Tidak ada lagi kerepotan menjinjing banyak tas belanja di mal. Satu kiat, bila Anda ingin menggunakan cara ini, jangan foto barang di toko atau mal dengan langsung membuka aplikasinya. Foto saja dengan kamera, lantas simpan di album.

Jangan sampai mengundang insiden tidak menyenangkan diusir dari toko karena penjaga toko menyadari Anda memotret barangnya hanya untuk berbelanja online lewat LYKE. Ada tiga kategori harga yang bisa dipilih pengguna, yakni premium, affordable, dan cheap. Anda bisa mengatur pencarian produk berdasarkan kisaran harga dengan mengubahnya di profil.
Untuk pengguna yang baru menginstal LYKE, umumnya Anda akan langsung diberi pilihan produk di kategori cheap. Namun, ini tidak berlaku untuk pengguna dengan ponsel tipe-tipe tertentu seperti Iphone, AI secara otomatis menampilkan pilihan produk dengan kategori premium.

Jaminan
Saat ini, lebih dari 300 toko lokal yang tergabung dengan LYKE. Sehingga pengirimannya lebih cepat dibandingkan toko internasional. Termasuk di antara toko yang menjajakan barangnya lewat LYKE ialah Berrybenka, Bobobobo, Hijabenka, dan Sociolla. Untuk produk kosmetik dan perawatan kulit dari brand favorit seperti NYX, Laneige, SK-II, Etude House, Bioderma, dan Shiseido. Menurut Founder dan CEO LYKE Indonesia, Bastian Purrer, mereka menjamin keaslian semua produk yang dijual lewat aplikasinya.

Jadi meski berbelanja secara daring, pengguna bisa tenang karena tidak akan tertipu membeli barang palsu. LYKE memberlakukan kurasi yang ketat terhadap toko-toko daring yang tergabung di aplikasi itu. Demi menjaga ketersediaan barang dan harga yang kompetitif, mereka tidak menerima reseller produk fesyen untuk bergabung. "Harus yang memang memiliki sendiri barang-barang yang ditawarkan," ujar Bastian.

Jika Anda memiliki toko daring yang menjual produk fesyen, Anda bisa mendaftar untuk bergabung dengan LYKE. Tinggal buka aplikasinya, pilih fitur untuk menjual barang di LYKE. Anda akan otomatis dialihkan ke email, lantas memproses pengajuan tersebut via surat elektronik. Founder LYKE Indonesia mengungkap, mereka menerima banyak permintaan bergabung dari toko daring. "Tapi, 90% kami tolak karena tidak memenuhi ketentuan yang kami jaga demi kepuasan konsumen," ungkapnya.

Dari segi transaksi, LYKE juga menawarkan keamanan ekstra. Semua pembayaran akan masuk ke rekening LYKE Indonesia, baru dibayarkan ke toko apabila barang sudah diterima konsumen. Kalau ada masalah, komunikasi dengan bagian layanan pelanggan juga bisa dilakukan lewat fitur chat di dalam aplikasinya.

Kekurangan
Mengkhususkan diri sebagai platform fesyen dan kecantikan, LYKE bukan sekadar tempat untuk berbelanja. Anda juga bisa mencari inspirasi fesyen, termasuk kita dari sejumlah 'fashion influencer' yang tersedia di aplikasi yang hadir sejak tahun lalu di Playstore maupun AppStore. Terkait Image Search, LYKE bekerja sama dengan perusahaan teknologi di Singapura untuk pengembangan AI. Chief Technology Officer LYKE Indonesia, Ardy Satria, mengakui pemanfaatan AI di aplikasinya masih tahap awal.

Jadi tingkat presisinya pasti harus terus ditingkatkan. Sebagaimana AI pada umumnya, semakin sering pelanggan menggunakan aplikasinya, aplikasinya akan membaca kebiasaan juga preferensi pengguna, jadi lebih mendekati kesesuaian dengan kemauannya. Pencarian spesifik juga masih kurang rinci dan akan terus dikembangkan. Contohnya bila dalam satu foto ada tiga item fesyen, secara otomatis daftar barang yang dimunculkan bisa terkait ketiganya.

Pengguna belum bisa memilih mengkhususkan pada satu item saja. Pun kalau foto menampilkan satu item, belum ada setting pencarian spesifik untuk memfilter apakah potongan yang mirip yang dicari, warna, pola, atau lainnya. Kekurangan lain yang kami temukan ketika mencoba aplikasinya adalah, ternyata tidak semua ponsel mendukung untuk instalasi aplikasi LYKE versi terbaru yang diluncurkan Rabu (9/8).

Selain di Redmi Note 4, beberapa ponsel pintar Samsung juga menolak instalasi aplikasi itu. Ketika dikonfirmasi tentang hal ini, Ardy Satria CTO LYKE mengaku terkejut. Aplikasi tersebut didesain untuk kompatibel untuk semua jenis ponsel berbasis Android dan Iphone. "Kami akan periksa lebih lanjut apa masalahnya," katanya. Jadi kalau Anda mengalami masalah dalam instalasi aplikasinya, ketahuilah Anda bukan satu-satunya. (M-4)

Komentar