KICK ANDY

Sean Gelael Memacu Adrenalin di Balapan F2

Sabtu, 19 August 2017 04:45 WIB Penulis: (Riz/M-4)

MI/SUMARYANTO BRONTO

MASYARAKAT Indonesia tentunya sudah kenal dengan Sean Gelael. Kiprahnya sebagai pereli muda Indonesia yang sukses mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah Formula 2 (F2) sudah tidak diragukan lagi. Anak lelaki mantan pembalap senior Ricardo Gelael tersebut sudah duduk di samping kemudi ayahnya sejak umur 8 tahun. "Umur 10 atau 11 itu awalnya gokar dulu," jelas Sean yang saat ini berumur 20 tahun.

Sean pernah tercatat di Muri sebagai codriver atau navigator termuda yang pernah ada dalam sebuah kejuaraan balap saat dirinya masih berusia 10 tahun. Pada 2010, dirinya berhasil menjuarai ajang tingkat nasional dan Asia. Pemuda yang sudah berhijrah ke Eropa sejak 2013 untuk mendalami keahlian mengemudinya dan mengikuti perlombaan F3 itu tahun lalu berhasil naik podium di F2 Austria.

Padahal, itu bukan perkara mudah karena ia memulai balapan di posisi yang kurang baik, ditambah kondisi cuaca yang tidak menentu. Sementara itu, saat ini, selain menjadi pembalap kelas F2, dirinya menjadi test driver untuk kelas Formula 1 (F1). Bagi Sean, mencicipi kemudi mobil F1 ialah cita-cita yang sudah dia impikan. "Mimpi yang terwujud mengetes mobil F1, sudah mencicipi dan semoga bisa sampai balapan di F1 dan juara," imbuh anak pasangan Ricardo Gelael dan Rini S Bono tersebut.

Sean mengaku memiliki ritual unik sebelum perlombaan, yaitu dia mengetuk helm yang dipakainya sebelum perlombaan dimulai. Hal tersebut tidak disengaja karena dirinya pernah melakukan hal yang sebelum perlombaan dan berhasil menang.

Komentar