KICK ANDY

Exa Raudina Khoiroti Prestasi dari Bukit Menurun

Sabtu, 19 August 2017 04:15 WIB Penulis: (Riz/M-4)

MI/SUMARYANTO BRONTO

MEMACU sepada menuruni bukit bukan perkara mudah. Olahraga ekstrem itu memang lebih akrab di kalangan para lelaki. Di antara kaum Adam itu, ada sosok perempuan yang juga mengakrabi cabang sepeda down hill, yakni Exa Raudina Khoiroti. "Orangtua mengizinkan. Pada awalnya mama takut karena anak perempuan, tapi akhirnya bisa meyakinkan mereka dan full support sampai sekarang," jelas Exa.

Perkenalan perempuan kelahiran Yogyakarta, 22 Oktober 1994 itu dengan olahraga sepeda terbilang tidak sengaja. Setelah berhenti bermain bulu tangkis, Exa diajak ibunya, Siti Edy Muslikhah, untuk bersepeda. Exa pun berkenalan dengan Nur Warsito, atlet dan pelatih di Yogyakarta di lintasan BMX di Bantul. Warsito melihat kebiasaan Exa dan mengajaknya menekuni olahraga itu. Akhir 2008, Warsito mengajak Exa untuk mengikuti lomba sepeda balap BMX.

Namun, tawaran Warsito ditolak Exa. Menariknya, Exa mengubah keputusannya untuk mengikuti lomba karena iming-iming uang Rp1 juta dari ibunya. Alhasil, ia mau mengikuti lomba sepeda dan berhasil menjadi juara tiga di kelas women elite. Keseriusannya dalam menekuni balap sepeda down hill pun tampak saat dirinya cedera pada 2011. Bahunya dislokasi karena menabrak pohon saat latihan.

Namun, kecelakaan itu tidak mematahkan semangatnya. Ia tetap mengikuti perlombaan hingga akhirnya harus dioperasi pada 2016. "Jadi, waktu lomba di Thailand, waktu sedang menuntun naik sepeda itu bahu saya copot dan tidak terasa. Akhirnya saya tidak boleh melanjutkan lomba dan harus pulang ke Indonesia agar dioperasi," imbuhnya. Tiga bulan pascaoperasi tersebut, Exa pun mengikuti ajang PON 2016 yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat.

Sayangnya, Exa hanya mampu berada di urutan keempat. Meskipun begitu, banyak medali yang sudah diraihnya, di antaranya medali perak dari PON 2012 serta naik podium di ajang Singapore Festival Cycling 2014 dan ASEAN Mountain Bike Cup 2014 serta 2015 di Malaysia dan Filipina. Exa mengaku dirinya akan terus menjadi atlet selama bisa memberikan kebanggaan bagi daerahnya dan Indonesia.

Komentar