Surat Dari Seberang

Festival Budaya Pesona Indonesia Mempesona di Darwin

Kamis, 17 August 2017 18:49 WIB Penulis: Amanda Valani

dok Jose Luis Madeira

FESTIVAL Budaya Pesona Indonesia 2017 yang digelar di pada 5 Agustus lalu di Darwin, Australia Utara, sukses dihadiri sekitar 1.500 pengunjung.

Sejumlah grup kesenian yang mewakili keberagaman budaya dan etnis nusantara tampil di panggung yang berdiri megah di kawasan turistik, Darwin Waterfront.

Para penampil yang didatangkan langsung dari Indonesia, antara lain Kelompok Penari Ende Group, Kolintang Kawanua Jakarta, Mitra Seni Indonesia Angklung, Grup vokal Tabea Grup.

Sementara para warga Indonesia diaspora di Australia yang terdiri dari pelajar dan pekerja mempersembahkan keterampilan bermain Gamelan.

"Sejak 2002 festival ini digelar, kami ingin mempertunjukan, bahasa kita, budaya kita, seni, semua hal yg bersifat kultural. Dengan demikian masyarakat Australia mekihat bahwa kita bukan warga negara yang pasif," kata Presiden Balai Indonesia Incorporated John Gawa.

Salah satu konsep yang berbeda dalam perayaan festival budaya yang kolosal ini adalah pertunjukan tari tradisional dan kontemporer dari siswa siswi SMP Katolik Syuradikara dan Frateran Ndao, asal Ende, Nusa Tenggara Timur.

Para penari memamerkan empat tarian adat khas Indonesia Timur, yang mendapat sambutan meriah dari para pengunjung festival.

“Kami mempertimbangkan bahwa mereka ini akan membawa dampak besar terhadap mereka sendiri maupun ke depannya menjadi duta seni dari Indonesia untuk tampil di luar negeri. Harapan saya kegiatan ini dapat menarik banyak wisatawatan untuk datang ke Indo dengan melihat budaya dan mengunjungi berbagai destinasi di Flores atau di mana pun”, ujar pemimpin kelompok Ende Group Terry Gawa.

Selama 10 tahun mempertahankan eksistensi yang diwujudkan dalam gaung kebudayaan. Setidaknya aksi inilah yang bisa dilakukan Balai Indonesia Inc dan sejumlah komunitas yang mewakili suku bangsa tanah air agar indonesia dipandang sebagai bangsa yang besar.

“Jadi sebetulnya, dari dalam, dari hati kecil, saya ingin, orang-orang muda yang mendengar, kalau mereka berpikir saya bisa buat, kita-kita juga bisa buat. Itulah ajakan kepada orang-orang Indonesia yang ada disini dan ada di Indonesia sendiri," ungkap John Gawa. (OL-1)

Komentar