HUT RI

Manfaatkan Bonus Demografi

Kamis, 17 August 2017 08:31 WIB Penulis: (Gol/P-4)

Antara

DUNIA kini menghadapi realitas bahwa kebijaksanaan seseorang atau manusia tergantung dari informasi yang diterimanya, seperti teknologi yang sudah memasuki sendi kehidupan. Namun, sehebat apa pun manusia itu, jika informasi yang diterima ternyata salah, hal tersebut menjadi sia-sia.

“Masukan itu merupakan informasi. Informasi yang benar-benar menjadi mencerminkan kejadian sesuai dengan perilaku manusia tersebut atau masukan yang direkayasa. Masukan ini memasuki ruang kehidupan tiap keluarga di muka bumi,” kata Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie.

Misalnya, di era kecanggihan teknologi saat ini semua pihak bisa mengakses informasi melalui ponsel pintar, seperti via mesin cerdas Google atau situs berbagai media Youtube. Informasi itu pun boleh diambil dari mana saja serta tidak dipersalahkan. Jika dilihat dari demografi penduduk, ia meyakini generasi penerus yang saat ini rata-rata berusia di bawah 35 tahun atau sekitar 70% dari seluruh rakyat Indonesia mampu menghadir­kan mimpi tersebut. Prinsipnya ialah semua pihak harus tetap optimistis mengenai masa depan Indonesia yang ditentukan di tangan pemuda.

“Kalau dibandingkan dengan Eropa atau Tiongkok, Jepang itu, kan lebih banyak orangtuanya. Jadi, anak-anak kita ini sudah merdeka dan bebas, tapi (sebaiknya) bebas bertanggung jawab dan berbudaya,” terang dia. Dalam kesempatan itu Habibie pun mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara pluraslistik. “Tapi kita memiliki bahasa satu, perilaku hampir sama-sama saja. Dan agama, kita sama-sama yakin 99% rakyat Indonesia percaya bahwa adanya Tuhan YME, tapi kita juga yang beragama tahu bahwa ada banyak jalan ke Tuhan YME itu.”

Lebih jauh, terang dia, walaupun tercatat sebagai masyarakat Islam terbesar, Indonesia bukan negara Islam. Indonesia adalah negara dari masyarakat yang percaya kepada Tuhan YME. “Pancasila itu bukan hasil dari suatu generasi, tapi Bung Karno sendiri mengatakan dia gali dari tubuh bangsa Indonesia. Di situ sudah saja ada di dalam tubuh kita sendiri, pelihara­lah baik-baik dan sesuaikan dengan teknologi, kenda­la-kendala baru. Adanya informasi bisa masuk ke sini. Karena itu, saya sangat mementingkan ketahanan budaya Indonesia,” katanya. (Gol/P-4)

Komentar